Pemilu dan Silaturahmi


Merespon tulisannya mak Adriana dan masih dalam rangka collaborative blogging,  tentang hal-hal apa saja yang harus dihindari dalam pemilihan umum, maka versi saya adalah a big NO alias satu hal yang tidak boleh terjadi dalam sebuah pemilihan umum, apakah itu? retaknya persaudaraan! terutama putusnya tali silaturahmi keluarga. 

Seperti yang sudah kita rasakan beberapa bulan belakangan, dunia maya khususnya menjadi begitu panas dan tak mengasyikan. Saling nyinyir, sikut bahkan adu status kerap menghiasi beranda facebook kita. Saya juga termasuk siy yang suka share tulisan-tulisan terkait pemilu, terutama pilkada Jakarta. Tapi masih dalam tataran informasi yang bisa dipertanggungjawabkan, dan tetap fair jika ada teman facebook yang berbeda pemahaman dengan yang saya adopsi. Paling banter, unfollow.


Bijak Menyikapi

Berbedanya setiap isi kepala sebenarnya hal biasa, namun  jika kita kembalikan lagi pada landasan agama, niscaya akan menuju pada muara yang sama. Untuk saat ini, sikap yang paling bijak adalah saling menghargai, mengedepankan diskusi untuk mencari kebenaran, bukan pembenaran apalagi debat kusir. Bagus jika saling menghargai tiap keputusan, dan celaka jika saling bermusuhan. Apalagi sampai terjadi pemutusan hubungan pertemanan, parahnya lagi tali silaturahmi. Maka di sinilah kita harus bijak menyikapi terhadap perbedaan yang ada. Namun bukan berarti apatis alias elu elu gue gue, tetap upayakan diskusi yang sehat dalam rangka mengingatkan pada kebaikan dan takwa, jika tak jua sama pasrahkan pada Sang Pembolak Balik Hati untuk hasil akhirnya, yang penting tetap mengedepankan silaturahmi terutama jika urusan pemilu sudah masuk dalam ranah keluarga.

Miris rasanya jika dalam satu keluarga tak saling tegur sapa, karena punya pilihan yang berbeda, atau blok-blokan saat arisan karena beda jagoan. Ayolah, bentar lagi puasa dan kita masih sibuk mengotori hati untuk perkara yang belum pasti. Keputusan apapun yang dipilih, semuanya akan dipertanggungjawabkan, makanya dalam bersikap hindari hanya sekadar ikut-ikutan, pun ketika memilih untuk tidak memilih.

Jangan Korbankan Silaturahmi

Pemilu sering dihubung-hubungkan dengan silaturahmi, dalam satu keluarga kadang saling diam dan berujung pada putusnya tali silaturahmi. Padahal, silaturahmi yang merupakan hubungan yang terjadi antar orang yang memiliki ikatan kekerabatan, diwajibkan oleh agama untuk dijaga ikatannya. Bahkan, ada ancaman keras bagi siapa saja yang memutus tali silaturahmi ini . Sebagaimana dinyatakan dalam hadits Nabi SAW: "Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi" (HR al-Bukhari dan Muslim)Hadis ini bermakna larangan. Qarinah tidak masuk surga menunjukkan larangan itu bersifat tegas. Dengan demikian memutus silaturahmi hukumnya haram. Maka, cobalah untuk mendudukan perkara pada tempatnya, perbedaan sikap dalam pemilu ini sejatinya membuat kita semakin bijak, mengajak dalam rangka taat dan tak menyerah dalam mengajak debat yang sehat.



Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔