Masih Tentang Rohingya


“Anak-anak dibakar di depan ibunya” demikian judul berita di sebuah mediaonline yang saya baca pagi ini. Baiklah, mungkin datanya kurang valid, tapi bagaimana jika berita itu ditulis oleh beberapa media masa yang terverifikasi semisal Republika, atau media lokal di sana yang melihat faktanya secara langsung mengenai apa yang sesungguhnya terjadi? Bahwa saat ini muslim Rohingya tengah ditindas, bahwa ini dilakukan oleh teroris karena melakukan teror terutama kepada wanita dan anak-anak. Ups, saya lupa bahwa teroris hanya lekat dengan Islam, meski seringkali tak terbukti bahwa umat Islam pelakunya, pokoknya yowis Islam teroris yang lain bukan!
Rohingya…adalah kelompok muslim minoritas yang kurang seksi untuk dipublikasikan media internasional, saat ini mereka kembali mengalami intimidasi dan banyak yang meregang nyawa. Setidaknya 60 warga yang kebanyakan perempuan dan anak-anak tewas dengan kondisi yang menenaskan, mereka terbakar (baca:dibakar) oleh militer Myanmar dengan dalih memerangi muslim radikal yang nyatanya tak terbukti hingga saat ini. Bagaimana bisa disebut radikal, kalau untuk melindungi diri saja mereka sudah tidak sanggup. Benar-benar tuduhan yang mengada-ada. Saya jadi teringat empat tahun lalu, dimana Allah mempertemukan langsung dengan muslim Rohingya yang berhasil mendapatkan suaka ke Amerika. Tidak mudah, karena perjalanan yang begitu panjang dan melelahkan. Begini kurang lebih ceritanya.
Berawal dari rekan saya yang kebetulan tinggal satu komplek, dan suaminya pengurus Masjid di Logan, ia mendapat kabar bahwa ada sekitar tiga puluh keluarga asal Myanmar (kami menyebutnya sister dan brother dari Birma) yang ternyata sudah dua tahun mendiami perumahan di kota Logan. Logan merupakan kota kecil yang masuk dalam wilayah negara bagian Utah, dengan Salt Lake City sebagai ibu kotanya.
Siang itu sebelum berangkat ke perumahan, beberapa pengurus Masjid berkumpul untuk mensortir makanan dan perlengkapan rumah yang layak pakai. Semua barang yang terkumpul merupakan sumbangan dari brother dan sister yang tinggal di Logan. Saya bersyukur, kepedulian sesama muslim cukup tinggi di kota ini, yang terpenting jangan bosan untuk saling menyapa, mengingatkan dan berbagi pengumuman jika salah satu keluarga ada yang membutuhkan bantuan.
Tibalah kami di perumahan yang dituju, Masya Allah!, saya seperti sedang berada di Asia Tenggara. Wajah-wajah Asia yang tidak asing bagi saya, dengan ramah namun menyiratkan tanda tanya, menyambut kami saat berada di depan komplek. Sayangnya, kebanyakan dari orang tua dan dewasanya tidak bisa berbahasa Inggris, namun Alhamdulillah ada anak-anak asal Birma ini yang sudah mahir berbahasa Inggris. Mereka pun menjadi guide kami selama kunjungan, dari satu rumah ke rumah yang lain.
Rumah yang saya kunjungi pertama kali memiliki tiga atau empat orang anak, dari semua anggota keluarga, hanya satu yang bisa bahasa Inggris. Seorang gadis manis, berperawakan kurus dengan lancar menjadi mediator antara kami dengan keluarganya. “Sudah lama di sini?, tanya salah satu pengurus Masjid, “Dua tahun”. Lalu dengan lancar, gadis manis ini bercerita bagaimana pengalamannya sampai ke sini. Konflik antar etnis yang berakibat pada pengusiran ribuan muslim Rohingya, telah terjadi berpuluh-puluh tahun lalu. Rumah yang di bakar, banyaknya keluarga yang mengungsi merupakan hal ‘biasa’ yang di alami keluarga gadis ini, dan akhirnya mereka pergi mengusngsi ke Thailand dan dari Thailand-lah mereka sampai ke Amerika.
Sungguh, mendapati kisah demikian dibarengi dengan kenyataan, bahwa hingga saat ini muslim Rohingya mengalami penderitaan yang tak ada habisnya, membuat hati saya bergetar, dan ingin rasanya memberikan dekapan erat pada gadis manis itu. Ditambah, hadirnya beberapa perempuan yang berusia lanjut, membawa saya pada konflik yang terjadi di Myanmar(Birma), yang masih terjadi hingga hari ini.
Siapa Muslim Rohingya sebenarnya?
Presentase muslim Rohingya sebesar dua pulu persen dari lima puluh lima juta penduduk Birma. Mereka merupakan penduduk asli di provinsi Arakan dan menjadi warga mayoritas di sana. Provinsi Arakan merupakan bagian dari negeri Islam pada masa Khalifah Harun Al-Rasyid, pada abad ke-7 Masehi, dari provinsi Arakan inilah, Islam menyebar ke seluruh penjuru Birma.Raja Birma yang beragama Budha lalu menduduki Arakan, dan dari sinilah petaka terjadi. Muslim Rohingya banyak yang di kirim ke penjara, dibunuh, harta bendanya dihancurkan, yang berakibat pada banyaknya korban jiwa yang berjatuhan dan tidak sedikit dari mereka yang mengungsi.
Pada tahun 1937 Inggris menduduki provinsi Arakan dengan kekerasan dan menggabungkannya ke Birma, Inggris mempersenjatai Raja dan umat Budha, dan terjadilah pertikaian hingga kini. Penguasa militer semakin memperparah keadaan, harusnya menjadi penengah, malah mendiamkan ketika terjadi pertikaian antara muslim Rohingya dengan penduduk yang beragama Budha. Bahkan belakangan,pernyataan terbaru Presiden Myanmar Thein Sein bahwa Rohingya harus tinggal di negara ketiga semakin mebuat posisi muslim Rohingya terpojokkan dan semakin menambah kesedihan. Berharap pada Bagladesh juga mustahil mengingat pemerintah Bangladesh berencana memulangkan para pengungsi, apalagi berharap pada tokoh demokrasi, Suu Kyi. Bukannya membela dan mengambil sikap, malah terkesan dingin dan berlepas tangan.
Saya jadi ingat firman Allah dalam Qur’an Surat Al-Anfal yang mengatakan:” (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan“, dari sini saya mengajak kepada pembaca sekalian, mari kita bantu saudara-saudara kita, muslim Rohingya yang saat ini tengah menderita ketakutan, kekurangan dan kelaparan. Perhatian, materi, atau apapun yang bisa meringankan beban derita mereka, InsyaAllah akan menjadi penyejuk dipadang yang tandus. Namun saya tak lupa menyampaikan, bahwa bantuan dan perhatian tadi sejatinya bersifat sementara. Hanya pemimpin seperti Khalifah Harun Al-Rasyid lah yang mampu menyelamatkan muslim rohingya, dan muslim di negeri-negeri Islam yang saat ini tengah dilanda peperangan, penderitaan dan kelaparan. Doa, perhatian, berapapun rupiah yang kita punya, dan tetap berjuang mengembalikan kejayaan Islam, adalah langkah real yang bisa dilakukan, mari kita mulai sekarang!

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔