Agar Anak Semangat Menyambut UAS



Pekan Ujian Akhir Semester atau yang lebih dikenal sebagai UAS saat ini masih berlangsung dan serempak di seluruh Indonesia. Biasanya jelang ujian, bukan hanya siswa yang sibuk menyiapkan segala sesuatunya, tapi para orang tua terutama yang anaknya masih duduk di sekolah dasar tak kalah heboh. Tak hanya di dunia nyata, jagat maya pun sesak dengan bahasan seputar UAS.

Ya, UAS kadang jadi momok yang mengerikan terutama orang tua yang anaknya masih susah untuk belajar. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang seolah tak terbendung, tak dipungkiri memberikan dampak terhadap motivasi belajar siswa. Ini yang terkadang membuat orang tua, khususnya ibu harus berjuang ekstra agar ananda mau belajar, at least mereview pelajaran yang sudah diberikan guru di sekolah.

Memang tak mudah ya bun, tapi jika kita ingat bahwa pendidikan anak tak hanya menjadi tanggungjawab sekolah, namun orang tua juga dituntut untuk berpartisipasi aktif, maka tak salah jika banyak cara yang dilakukan agar anak mau belajar. Agar anak semangat menyambut UAS, kita bias melakukan beberapa hal berikut.

1. Menanamkan Motivasi Sejak Dini

Motivasi yang dimaksud adalah menanamkan pemahaman kepada anak bahwa belajar merupakan bentuk tanggungjawabnya kepada Tuhan, dan belajar merupakan aktivitas yang menjadi satu diantara banyak bekal untuk hidupnya di akhirat kelak. Kapan penanaman ini diberikan? Saat anak masuk usia tamyiz (usia 6 tahun ke atas) atau indikasinya jika anak sudah bisa membedakan mana yang benar, dan mana yang salah menurut pandangan agama.

2. Membuat Kesepakatan Bersama 
Sepekan sebelum UAS, kita bisa libatkan anak untuk membuat aturan yang disepakati bersama. Misalnya selama UAS tidak boleh main game, atau boleh main ke luar asal tak berlama-lama. Inti dari adanya aturan adalah adanya kesepakatan dari semua pihak, jika melanggar ada konseksensi yang harus dijalani.

3. Berikan Reward 
Tabiat anak biasanya sangat suka jika dihargai, maka berikanlah reward jika anak sudah belajar. Tak harus dengan hadiah yang mahal, dengan mengajaknya makan cilok kesukaan, anak sudah senang, yang penting adalah anak tahu bahwa perjuangannya sudah dihargai.

4. Jangan Menuntut Anak Menjadi Juara
Dalam teori pendidikan, mendidik adalah memanusiakan manusia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Maka target kita sebagai orang tua adalah mengawal anak agar potensi mereka terus berkembang dan menjadi anak yang bertakwa. Bukan menjadi anak yang selalu menjadi juara, nilainya di atas rata-rata dan pulang dengan membawa piala.

5. Doa Ya, doa adalah hal terakhir yang tak boleh dilupa. Sebesar apapun upaya kita sebagai orang tua, hasilnya tetap di tangan Yang Kuasa.

Share this :

Previous
Next Post »
2 Komentar
avatar

Bermanfaat nih, bisa diterapkan juga untuk saudara yang masih sekolah :)

Btw, salam kenal mas Rizki :)

Balas
avatar

sip..sip..Alhamdulillah jika bermanfaat.

Balas

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔