Bekal Sekolah yang Halal dan Thayib


Menjadi istri, ibu dan anak dari ayah kita adalah sebuah anugrah dan memberikan yang terbaik untuk keluarga adalah sebuah pilihan yang pastinya nanti kan dipertanggungjawabkan. Termasuk dalam hal ini adalah soal makanan. Tahun ajaran baru ini bisa jadi adalah tahun tersibuk saya sebagai ibu terutama dipagi hari, ini karena abang O tak mau lagi ikutan katering di sekolah. Awalnya agak panik juga karena berarti setiap jam 5 pagi saya harus ke warung, lalu masak dan jam 6.15 semuanya harus sudah matang dan siap dibawa abang O ke sekolah.

Dua hal yang saya lakukan ketika memutuskan untuk membuat bekal makanan, pertama senantiasa memperhatikan standar makanan untuk keluarga yaitu musti halal dan thayib. Kedua, mencari resep-resep pilihan agar tidak bosan tentunya. Untuk resep, sudah banyak di internet dan toko-toko buku, kita tinggal memilih mana yang cocok dengan selera keluarga. Nah, untuk urusan makanan halal dan thayib ini yang gampang-gampang susah.

Dulu waktu di Logan, karena muslimnya minoritas maka saya harus nyetok daging dan ayam yang disembelih secara Islam. Setiap bulan ada sister yang datang dari ibu kota Utah, membawakan 6 ekor ayam beku plus groundbeef untuk persiapan masak sebulan. Dari sisi hahal sudah aman, tapi dari sisi thayib sebenarnya saya agak kurang sreg saat itu. Kenapa, ya karena pastinya beda kualitas daging beku dengan daging fresh. Kenapa thayib ini perlu jadi perhatian khusus, karena dalam Al-Qur'an juga disebutkan," maka makanlah makanan yang halal lagi thoyyib(baik) dari rizki yang telah Allah berikan kepadamu dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya menyembah kepadaNya””. (TQS An Nahl;114). Thayib di sini bermakna baik, tidak berbahaya bagi tubuh, akal pikiran dan urat syaraf manusia.

Semenjak pulang ke Indonesia, saya sedikit lega karena makanan halal dan thayib cukup mudah di dapat. Ikan, ayam dan daging pun beraneka rupa dan harganya juga cukup terjangkau, meski belakangan para ibu ketar ketir dengan isu sapi gelondongan, ayam tiren, makanan dengan pewarna tekstil, bakso celeng yang bikin geleng-geleng, hiks..sungguh menyesakkan.

Kalau sudah begini, kita sebagai orang tua dituntut untuk selalu waspada dan semakin mengencangkan ikat kepala, plus koyok cabe kali ya? untuk makanan halal dna thayib ini memang bukan hal sepele, pemilihan makanan berkualitas baik, komposisi gizi yang seimbang, tidak mengancam kesehatan dan tentu saja berstatus halal sejatinya menjadi concern kita semua duhai para ibu. Kalau semuanya sudah kita optimalkan, tinggal banyak-banyak berdoa agar apa yang kita sudah lakukan dicatat sebagai amalan yang tidak sia-sia.

Faktor lainnya sebenarnya adalah peran negara. Jaminan makanan halal dan thayib menjadi tugas negara untuk selalu menjaga ketersediaannya, selain itu paradigma agama terkait produk makanan haram telah menetapkan bahwa bahan pangan maupun makanan yang tidak halal bukan merupakan barang ekonomi, sehingga tidak layak untuk beredar di pasar-pasar. Maka negara yang bertanggungjawab terhadap rakyat harusnya tidak abai dan ketat dalam mengawasi peredaran makanan di pasar-pasar, begitu kurang lebih pandangan Islam terkait makanan halal dan thayib yang bersifat solutif secara sistem.  Sambil meracik menu ayam bumbu ungkep bawang putih, kangkung bumbu saus tiram, dan sosis sambal ramah lidah, saya senantiasa bergumam semoga negara semakin sadar dan bertanggungjawab terhadap ketersediaan jaminan makanan halal, dan semoga abang O suka dengan bekalnya hari ini.

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔