Mengolah Kembali Makanan Sisa, Yay or Nay?


Belum lama ini Mak Maya Siswadi, salah satu anggota KEB (Kumpulan Emak-Emak Blogger) merilis tulisan berjudul Makanan Sisa, Diolah Lagi atau Dibuang? Saya yang lagi gandrung bebikinan alias masak jadi penasaran dengan isi tulisan seputar leftover alias makanan sisa ini. Alasannya simple, saya lagi butuh banyak variasi menu karena abang O ingin membawa bekal makanannya dari rumah, menikmati masakan emaknya setiap hari dan gak mau lagi ikutan katering. 

Ternyata ada beberapa makanan sisa yang bisa diolah lagi lho, semisal Capcay yang full sayuran bisa diolah lagi dengan mie, dan rasanya tak kalah enak. Saya jadi ingat saat hidup di perantauan yang sudah jadi rahasia umum kalau irit itu sudah menjadi gaya hidup terutama saat mengatur uang belanja. Nah, memanfaatkan makanan sisa alias leftover ini kerap saya lakukan juga. Bersyukurnya lagi, masakan para londo itu tak lebih dari empat komponen saja; minyak zaitun, garam, lada hitam dan bawang putih. Makanya, masakan sejenis Pizza atau Lasagna yang paling jadi pilihan terakhir ketika ada ayam panggang sisa, atau semur daging sisa yang bisa kita jadikan toping ditambah pasta tomat dan mozarella. Kalau lagi malas, biasanya saya bikin nasi goreng ala kadarnya, tinggal tumis ayam atau daging sisa, ditambah bawang putih halus dan garam, kasih kecap sedikit, done! Hasilnya? kalo lagi di rantau, masakan apapun yang berbau kampung halaman pasti terasa nikmat. Hehe

Jujur untuk  masakan sisa berbahan sayuran, selama diperantauan belum pernah saya lakukan, yang paling sering ya itu tadi, daging dan ayam sisa saya gunakan kembali untuk menu yang berbeda. Dulu, punya bumbu instan bak nemu harta karun karena untuk mendapatkannya harus menempuh 2,5 jam dengan kendaraan. Makanya, setiap bikin gulai dari bumbu instan kuahnya tidak saya buang tapi digunakan kembali menjadi bumbu ungkep ayam ditambah garam, lalu jadilah ayam goreng bercita rasa gulai.


Sebenarnya saat memutuskan untuk mengolah kembali makanan sisa yang sayang untuk dibuang, saya pribadi punya standar tersendiri. Pertama, menghindari mengolah kembali masakan berjenis sayuran. Entahlah, tapi saya concern dengan zat gizi yang ada terutama sayuran hijau dan zat gizi semisal vitamin C dan B ini mudah larut dalam air. Makanya sejak dulu, saya hanya mengolah kembali sisa daging dan ikan ketimbang harus membuangnya. 

Kedua, daging atau bahan yang diolah bukanlah yang tersimpan lama di freezer, paling lama sehari semalam lah, dulu saya membeli ayam sebulan sekali dari halal store. Ayamnya sudah beku, makanya saya jarang mengolah kembali sisa ayam yang tak termakan.  Ketiga, pastikan saat memasak tidak terlalu lama, ini untuk mencegah banyaknya zat gizi yang terbuang. Keempat, saya menghindari menambahkan bumbu beraneka ragam, cukup ditambahkan garam saja cita rasanya tetap terjaga dan kita masih bisa menikmatinya. Terakhir, syukuri apa yang ada meskipun hanya berbahan makanan sisa.

Jadi, mengolah kembali makanan sisa, Yay or Nay?...Kalo saya siy, Yay!

Share this :

Previous
Next Post »
4 Komentar
avatar

Kalau saya sih, kalau msh bisa diolah mah dibikin jd masakan baru. Kalau basi ya kasih buat makan hewan aja kali ya mbak hehhehe

Balas
avatar

mengolah kembali makanan sisa (yang belum basi)? kalo pertanyaan diajukan pada saya, maka jawabannya juga yay Mba :)

Balas
avatar

hehehe,..apalagi kalau sudah asem2 gitu, nggak berani buat dimasak lagi, hihihi

Balas

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔