Keinginan atau Kebutuhan?


Kenapa fotonya buah yak? Yah, nggak beda jauh lah ya dengan judulnya, memilih antara kebutuhan atau keinginan (maksa). Jadi ceritanya bulan ini di rumah lagi banyak tragedi, kulkas rusak total plus TV, kedua barang ini rusaknya gak tanggung tanggung danbiaya servisnya seharga beli baru. Kalau Tv mungkin karena sudah uzur ya, jadi wajar kalo rusak. Lah kalo kulkas? baru setahun sudah mati kompresornya, penyebabnya ternyata karena sering mati lampu dan tombol lampunya sering dimainin Issam. 

Akhirnya setelah berunding dengan suami dan kebetulan pas ada rezekinya, kami putuskan untuk membeli kulkas yang pas dikantong tapi high quality. Dua minggu setelah beli kulkas, kami pun membeli TV dengan merk yang sama, tapi ya tadi, yang penting pas di kantong dan gak mengecewakan. Rupanya, membeli barang secara berturut-turut ini memunculkan polemik which is kakak saya sempat mempertanyakan, "Ki, kok bebelian mulu siy. Ati-ati ntar jadi gaya hidup.." 

Doeng! bagaikan dipukul godam, saya cukup lama merenung dan berpikir apakah yang saya lakukan ini salah dan melampaui batas. Saya coba mereview kembali, benarkah saya membeli kedua barang ini karena memang butuh, bukan ikutan tren apalagi menjadi gaya hidup. Terlepas dari itu, saya sangat bersyukur punya keluarga yang perhatian dan kami saling menjaga. Intinya dalam hidup apa yang mau kita capai semata memang karena kita betul-betul membutuhkannya, bukan karena bosan lantas gonta ganti bak beli permen seharga lima ratusan.

Bagi saya dan suami, barang kalau belum rusak ya nggak perlu diganti buru-buru. Kalau sudah rusak dan kita butuh untuk memudahkan aktivitas harian, biasanya akan dipertimbangkan untuk membelinya. Tapi semuanya kembali pada kondisi kantong, kalo kas negara lagi kosong melompong ya kami bersabar, dan  kalau kebetulan ada rezeki, kami pun membeli setelah rapat diadakan sepanjang pagi, hehe.

Pada akhirnya, semua dikembalikan pada isi kepala masing-masing. Namun sebagai muslim, tentunya kita memang perlu punya patokan sebelum memutuskan ketika dihadapkan pada pilihan. Misalnya ketika ingin membeli sesuatu, yang pertama kali dilakukan adalah menetapkan kita sebenarnya butuh atau sekadar mengikuti hawa nafsu. Kedua, perlu kiranya memperhatikan akad-akad saat bertransaksi, apakah mengandung unsur riba, melakukan dua akad dalam satu transaksi atau bahkan berhutang tapi tak mau membayar. Rumit? nggak juga, InsyaAllah kalau mengikuti rule dari Sang Pencipta, hidup akan menjadi tentram. Tak percaya? coba saja buktikan. 



Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔