UKK yang Menyisakan Cerita


Alhamdulillah, UKK alias Ujian Kenaikan Kelas sudah selesai, yang paling senang tentu saja Olil. Selain jam mainnya bertambah, ia bisa bebas melenggang ke rumah teman sekitar rumah tanpa khawatir mengganggu mengingat jadwal UKK yang berbarengan waktunya di semua sekolah dasar dan madrasah kala itu.

Ada yang berbeda dengan UKK kali ini. Olil tak lagi saya dampingi sepenuh hati, kalau kelas satu dan kelas dua dulu saya ibarat satpam yang berptroli 24 jam hehe, yang jelas semakin naik ke tingkat kelas berikutnya gaya belajar anak ternyata mengalami perubahan. Saat Olil kelas 1, saya benar-benar mendampingi Olil. Mulai dari menyiapkan alat tulis, memilah soal-soal latihan bahkan setiap malam saya jelaskan lagi materi yang akan diujikan. Sebenarnya ada alasan mengapa saya berbuat demikian, saat kelas satu Olil masih dalam masa peralihan. Bukan saja peralihan dari masa taman kanak-kanak tetapi juga karena peralihan bahasa yang menuntut saya menjelaskan hampir satu persatu makna sebuah kata berbahasa Indonesia. Yap, 2,5 tahun Olil hidup di lingkungan yang semuanya berbahasa Inggris, karena memang kami saat itu merantau di luar. Mau tak mau saya harus sabar menjelaskan arti dari kata yang ada dalam buku paketnya.

Ternyata kebiasaan itu berlanjut saat Olil duduk di kelas 2, tapi ini berdampak pada saya pribadi, capeeek tiap kalo Olil akan menghadapi Ujian Sekolah. Memang ini jadi berimbas pada nilai-nilai dan prestasi Olil yang bisa dibilang amazing, tapi bukan itu yang saya dan suami impikan. Meski konsep-konsep dasar dalam belajar telah kami tanamkan, dan Olil juga paham bahwa nilai bukanlah segalanya. Bahwa belajar adalah ibadah, bahwa ulangan semester bukanlah monster yang menakutkan karena tidak berpengaruh pada jam mainnya, tapi di malam hari tetap saja membuat saya dan Olil lelah saking banyaknya target yang harus dicapai, yaitu memahami materi dan menguasai bahasa agar Olil tak kebingungan saat membaca soal dan jawaban.

Alhamdulillah, masuk kelas tiga ini semuanya berangsur normal. Saya bahagia, Olil pun tak lagi sengsara, perbendaharaan kata berbahasa Indonesianya melebihi perbendaharaan kata berbahasa Inggris meski akhirnya Olil benar-benar lupa bagaimana berbahasa Inggris, dan tak lagi mengerti ketika melihat tayangan berbahasa Inggris, pronunciationnya sekarang payah! Tapi....biarlah, InsyaAllah hal-hal yang berbau bahasa Inggris masih bisa dia kejar, yang penting Olil sudah mulai akrab dengan bahasa IBU, dan kelas 3 ini ia benar-benar mandiri. Tiap kali ulangan, saya hanya menyarankannya sambil sesekali mengingatkan, untuk membaca buku-buku yang akan diujikan, selebihnya biarlah dia yang memutuskan mau dibantu untuk sekadar tanya jawab atau tidak. 


Hasilnya?...Itu mah hak prerogatif Allah. Rizki, ajal dan kematian adalah rahasiaNya yang tak seorang pun mengetahui. Konsep dasar ini yang menjadi pijakan yang diterapkan saat anak duduk di bangku sekolah. InsyaAllah ia tak gampang goyah saat lingkungannya berbeda arah, tak gampang gundah saat menjadikan belajar sebagai bagian dari ibadah dan prestasi yang dicapainya semata-mata hanya untuk dakwah. Semoga Allah menjadikan anak-anak kita, sebagai anak shalih yang akan memudahkan jalan kita di akhirat kelak. 

"Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholeh sholehah, orang-orang yang hafal Al-Qur'an dan Sunnah, orang-orang yang faham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka didunia dan di akhirat"






Share this :

Previous
Next Post »
2 Komentar
avatar

Saya juga sudah beberapa tahun ini tidak menargetkan anak-anak untuk nilai akademis. Saya ajarkan mereka untuk belajar mengukur kemampuan dirinya sendiri :)

Balas
avatar

Sepakat, Mak...terima kasih banyak sudah berkunjung yaa..^^

Balas

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔