Menjadi Bunda Cerdas dengan ABC (Andalan Bunda Cerdas)

2 Comments
pelataran gedung MUI Kota Depok
Ada pemandangan berbeda di pelataran gedung MUI kali ini, biasanya pada setiap acara publik jarang didapati tenda khusus kids corner yang lengkap dengan wahana bermain anak, tapi khusus even ini terlihat kesigapan panitia dalam mengantisipasi peserta yang membawa anak, semata agar para bunda fokus menyimak acara tanpa terganggu dengan anak-anak yang diajak serta. Ya, Sabtu kemarin tepatnya tanggal 25 Juni 2015, telah berlangsung acara keren yang digagas ABC (Andalan Bunda Cerdas). Mengambil tema 'Kiat Cantik dan Sehat Selama Berpuasa', acara berupa talkshow ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, ada dokter Nanny Djaja yang merupakan pakar nutrisi, dan Artika Sari Devi, ibu dari dua anak dan merupakan brand ambassador P&G.
Kids Corner
Tak tanggung-tanggung, ratusan peserta dari berbagai kecamatan yang ada di Kota Depok memadati ruangan. Bahkan ada peserta yang sengaja datang dari Jakarta dan Bogor demi menyerap ilmu yang disampaikan oleh narasumber. Peserta juga sangat antusias selama acara berlangsung, selain materinya menarik, hostnya juga atraktif ditambah acara ini juga banjir hadiah yang disediakan sebagai reward bagi peserta yang aktif bertanya. Ah, pokonya rugi dech kalo nggak dateng!

Talkshow diawali dengan apresiasi yang diberikan oleh mbak Artika Sari Devi, beliau mengutarakan rasa salutnya pada semua bunda, terutama yang hadir di acara karena sudah menyempatkan diri untuk datang, di tengah kesibukan bunda menyiapkan menu untuk sahur dan berbuka, sering terjaga bila malam tiba dan aktifitas harian bunda yang menyita pikiran dan tenaga. Selanjutnya pembahasan seputar puasa dan kecantikan dalam dan luar tubuh, disampaikan oleh dokter Nanny selaku pakar nutrisi, menurut beliau pola makan  saat puasa berpengaruh pada tubuh. Pemilihan makanan yang tepat menjadi hal penting untuk diperhatikan, 

Berpuasa berarti menahan diri dari makan dan minum dan segala hal yang membatalkan, mulai terbit fajar hingga terbenam matahari. Biasanya problem utama para bunda dan orang pada umumnya adalah menahan rasa lapar, nah dokter Nanny menganjurkan untuk memilih makanan yang mampu menahan rasa lapar dalam waktu yang cukup lama, serta mengandung kadar air. Maka, konsumi buah dan sayur adalah pilihan tepat, misalnya pepaya, tomat serta berbagai jenis buah dan sayur lainnya.

Pengolahan makanan ternyata juga berpengaruh pada puasa kita, biasanya selepas sahur dan di siang hari kita diserang kantuk yang tak tertahankan. Nah, saran dokter Nanny, saat kita mengolah lauk pauk yang banyak mengandung protein hindari diolah dengan cara digoreng. Bahkan sebaiknya kita mengurangi konsumsi gorengan saat sahur dan berbuka, kenapa? Karena secara ecara ilmiah, konsumsi gorengan membuat tubuh membutuhkan oksigen lebih banyak, itulah yang menjadi sebab kenapa kita kerap mengantuk saat berpuasa. Pemilihan karbohidrat sebagai sumber energi juga harus menjadi perhatian para bunda, mbak Artika Sari Devi menyarankan untuk mengonsumsi beras merah yang mengandung banyak serat. Selain menghasilkan tenaga, beras merah lebih mengenyangkan dan membantu menahan rasa lapar lebih lama.

Selain pola makan saat puasa, kita juga perlu memperhatikan kesehatan kulit dan rambut. Untuk perawatan kulit, gunakan pelembab setiap hari diwaktu pagi dan malam, tak lupa perbanyak konsumsi kacang-kacangan untuk menjaga peremajaan kulit. Sedangkan rambut, disarankan menggunakan shampo dan kondisioner agar kesehatan rambut tetap terpelihara.


dua narasumber Andalan Bunda Cerdas


Selain paparan lugas dari dokter Nanny, mbak Artika juga memberikan tips yang tak kalah menarik seputar puasa. Bahwa puasa juga berkaitan erat dengan kecukupan jam tidur, karena tidur paling berpengaruh terhadap kesehatan. Saat tidur regenerasi sel terjadi dan karenanya, kita dianjurkan tidur minimal 7 jam sehari. Paling menarik adalah, bagaimana meningkatkan mood booster kita saat puasa? ternyata ada makanan yang bisa jadi mood booster loch, yatu makanlah buah pisang. Kenapa pisang? karena pisang mengandung seratonin yang membantu mengarahkan mood secara positif. 

Selama pemaparan berlangsung, para bunda sangat antusias mendengarkan. Bahkan setelahnya, banyak pertanyaan dari para bunda seputar tips dan kiat agar tetap cantik dan sehat selama berpuasa. Secara umum, talkshow yang diselenggarakan oleh program ABC (Andalan Bunda Cerdas) ini sukses dan para bunda yang hadir semakin tercerahkan.



Kita sering mendengar ungkapan 'dibalik pria sukses, ada wanita hebat di belakangnya'. Nah, untuk kesuksesan acara ini ternyata tak lepas dari kesigapan panitia dan profesionalitas program ABC (Andalan Bunda Cerdas). Apa itu ABC yang sejak awal saya sebut-sebut sejak awal?  Yuk ah kita kenalan....

Andalan Bunda Cerdas (ABC) adalah sebuah program kerja sama antara Alfamart dan P&G yang bertujuan untuk membantu Bunda, agar semakin Cerdas dalam mengurus rumah tangga sehingga menjadi Bunda, Istri, dan bunda Rumah Tangga yang sempurna bagi keluarga.  ABC didesain untuk menjadi sahabat sejati dan partner Andalan Bunda.

Apa saja program-programnya? ABC memberikan Informasi, tips dan artikel penting dan bermanfaat seputar kecantikan wanita, kesehatan, keluarga dan dunia si kecil. Salah satu tips andalannya adalah Manfaat Tidur Nyenyak untuk Si Kecil, Tips untuk Para Ibu Baru, Anjuran dan Larangan Seputar Popok, Seputar Masalah Rambut dan banyak lagi.


ABC juga memiliki dan menyediakan produk-produk berkualitas yang menjadi andalan bagi seluruh keluarga, sebut saja produk-produk seputar perawatan rambut seperti Pantene, Head & Shoulders, Rejoice, Downy, Gillete, Pampers, Olay, Ambi Pur, Vicks dan Oral-B. Tak kalah menarik adalah adanya promosi-promosi menarik dan hadiah seru, berupa A-Voucher diskon yang merupakan program andalan dari ABC alias Andalan Bunda Cerdas, voucher digunakan untuk memberli produk-produk P&G di Alfamart terdekat.

Berminat? Hayuuuk bergabung, caranya gampang. Tinggal Klik ke website Alfamartku, di http://www.alfamartku.com/andalan-bunda-cerdas/ , masukan no HP, akan mendapatkan SMS A-voucher berupa potongan harga produk P&G. Kita juga bisa menghubungi via call center di (021) 1500.959 kemudian tunggu pilihan dan tekan angka 4, call centre ini bisa di hubungi dari telp rumah atau HP. Gampang khaaan?...Ayoo, tunggu apalagi, daftarkan segera yaa. Selain Alfamart dan P&G, acara ini juga didukung oleh Tabloid Nyata. Terbit setiap hari Sabtu, mengupas seputar hiburan, film, kuliner, keluarga, wisata dan komunitas. Penasaran? buruaaan, grab it fast ya!






Muhammad Ali dan Muslim di Amerika

6 Comments

Melihat prosesi pemakaman petinju legendaris Muhammad Ali kemarin, jadi mengingatkan saya saat merantau tiga tahun lalu. Terlepas dari kontroversi seputar pemakamannya yang sudah lebih dari tiga hari, penyelenggaraan sholat jenazah di Kentucky Exposition Center yang terkesan tidak rapi, namun tak dipungkiri pemakaman Muhammad Ali seolah menjadi pembuka jalan bagi non muslim Amerika, untuk melihat Islam lebih dekat.

Ini bagai oase di tengah gurun mengingat beberapa tahun belakangan terutama pasca Paris Attack, Islamophobia meningkat tajam di US. Seperti yang diberitakan page resmi CAIR(Council of American-Islamic Relations)baru baru ini, diberitakan bahwa seorang pria bersenjata melakukan teror dan mengancam akan meledakan Masjid Al-Madina yang berlokasi di North Carolina. Bukannya tak ada ajakan untuk berbicara secara damai, sudah.. tapi pria itu menolak dan memilih untuk pergi.

Saya jadi ingat kejadian tahun 2012 lalu, saat pulang dari masjid di Logan Islamic Center (Utah), lagi asyik bersenandung tetiba dari belakang diteriaki 3 pria bertopeng. Kaget juga awalnya, tapi langsung secepatnya mengambil sikap tenang, dan tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa saya mengalami Islamophobia juga(akhirnyaaa...). Terlebih, di tempat tinggal saya saat itu termasuk wilayah yang aman, jauh dari hingar bingar nuansa Amerika yang serba liberal. Penduduknya termasuk pemeluk Mormon yang taat, baik hati dan tidak sombong.

Sebagai minoritas, cukup berat memang ketika kita berupaya menunjukan identitas sebagai muslim. Apalagi dengan hijab yang merupakan kewajiban bagi setiap muslimah. Belum lagi saat Ramadan tiba, Subhanallah godaan dan ujiannya. Waktu puasa yang panjang (saat Ramadan di musim panas) sekitar 17 jam, pedihnya mata ketika banyak para bule berjemur di siang hari, dan yang cukup menguji kesabaran adalah saat kita tengah melatih anak berpuasa, namun ia juga tercatat sebagai salah satu siswa yang harus berjibaku dengan teman-teman yang belum tahu, kalau ia tengah berpuasa. Pernah Khalil ditawari popcorn padahal dia tengah berpuasa, dia katakan"no thanks, I am puasa"..karena gurunya nggak ngerti, dimakanlah itu popcornnya. Ya Iyalah, Liiiil...

Beratnya puasa saat menjadi minoritas, tentu tidak boleh membuat kita berputus asa. Hijab tetap wajib kita pakai, puasa tetap wajib kita jalankan, tak perlu takut. Bukankah Amerika pun termasuk bumi Allah tempat kita berpijak? Kalau belum diserang secara fisik, tak perlu parno alias takut. Saya pernah, sholat di tempat pemberhentian bus di atas dinginnya salju dan saat itu kebetulan lagi sepi. Gugup iya, tapi yasudah jalani saja, sebagai konsekwensi kekurang berstrateginya saya dalam memperkirakan waktu sholat.

Apa yang saya lakukan dan apa yang almarhum Muhammad Ali tinggalkan, menjadi salah satu uslub(cara) penghantar dakwah agar orang yang belum mengenal Islam lebih dekat, setidaknya akan sedikit membuka diri untuk muslim. Memang kita tidak bisa berharap banyak karena yang mampu membuat orang paham, dan tidak mudah terbawa opini yang berkembang adalah adanya diskusi. Ya, diskusi seputar apa itu Islam, bahwa Islam adalah sebuah sistem yang mengatur seluruh aspek kehidupan, bahwa Islam bukanlah agama teror, dan karena Islam adalah Rahmat bagi seluruh alam. Betulah kiranya, apa yang diungkapkan ulama Nusantara yang mendunia, Syaikh Nawawi al-Bantani, "Tidaklah Kami mengutus engkau, wahai sebaik-baiknya makhluk, dengan membawa ajaran-ajaran syariah-Nya, kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta, yakni agar menjadi rahmat Kami bagi alam semesta seluruhnya; bagi agama ini dan kehidupan dunia".


Soalan Seputar Fidyah

Add Comment

Sebelum membahas soal fidyah, saya mau cerita sedikit kenapa tulisan ini dibuat. Ceritanya kemarin kakak tertua saya sharing soal penyakit lamanya yang tiba-tiba datang. Ya, kakak sakit lupus sejak 2005 lalu, lupus sendiri adalah penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru sehingga mulai menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Inflamasi akibat lupus dapat menyerang berbagai bagian tubuh, misalnya: Kulit. Sendi (sumber: http://www.alodokter.com/lupus/). Intinya, penderita lupus ini kekebalan tubuhnya alias antibodinya yang harusnya melindunginya dari serangan benda asing, justru menyerang tubuhnya. 

Khusus untuk lupusnya kakak, pernah langganan masuk rumah sakit bahkan sempat hampir koma di ICU RSCM. Alhamdulillah berkat kepasrahan yang tak berkesudahan hingga kini, kakak tetap bertahan. Namun sudah seminggu ini, tiba-tiba lupusnya kembali kambuh dan menyerang kulit. Awalnya dokter menduga sakitnya kakak karena digigit serangga, namun belakangan fixed itu efek lupusnya yang kembali menyapa, hehe. Kulitnya seperti luka bakar, gatal-gatal dan badannya selalu lemas. Sedihnya, ujian yang dialami kakak terjadi di bulan puasa dan mengharuskannya untuk rutin minum obat. Praktis, kakak tidak ikut puasa dan entah sampai kapan kondisinya back to normal. Melihat kondisinya, saya menyarankannya untuk membayar fidyah selain kakak tetap akan mengupayakan puasa jika kondisinya sudah mendingan. 

Apa itu Fidyah?

Fidyah adalah memberikan makanan kepada fakir miskin setiap hari, dengan takaran sebanyak 1 mud (lebih dari 6 ons). Ketentuan ini didasarkan QS al-Baqarah (2) ayat 184], juga hadis dari Ibnu ‘Abbas,“Siapa saja yang telah sangat tua dan tidak sanggup berpuasa Ramadhan, maka ia memberi fidyah sehari sebanyak 1 mud gandum.”(HR al-Bukhari). *

Siapa saja yang diwajibkan mengeluarkan fidyah? mereka adalah orang yang tidak mampu bepuasa (QS. al Baqoroh:184) semisal lelaki dan perempuan yang tua renta, orang sakit yang sakitnya menyebabkan dia tak mampu melaksanakan puasa dan kesembuhannya tidak bisa diharapkan lagi, yang kedua yang wajib fidyah adalah orang yang mati tapi masih menyisakan hutang puasa. Dalam hal ini sebenarnya menjadi pilihan bagi keluarganya(wali si mayit) membayar fidyah atau menqodo puasa yang ditinggalkan si mayit. Yang ketiga adalah laki-laki yang sengaja menyetubuhi istrinya di siang hari di bulan Ramadan namun ia tidak mampu membayar denda dengan berpuasa dua bulan berturut-turut.

Cara membayarnya adalah dengan memberikan bahan makanan pokok sebesar 1 mud yang setara dengan 544 gram (hampir setengah kg) untuk satu hari yang ditinggalkan dan diserahkan kepada orang yang terkategori fakir dan miskin. Jadi tergambar bahwa kakak perharinya memberikan setengah kilogram beras kepada fakir miskin yang membutuhkan atau mengakumulasi berapa banyak hari yang ditinggalkan lalu memberikan berkilogram beras tadi kepada fakir mskin. Namun demikian, yang saya salutkan adalah kakak tetap berupaya untuk berupaya mengqodo puasa selepas Ramadan nanti karena merasa yakin bahwa ia mampu untuk berpuasa sesembuhnya ia dari sakit. Tak apalah, InsyaAllah membayar fidyahnya untuk berjaga-jaga manakala lupus masih setia menggerogotinya..hiks...

Akhirnya, saya bersyukur bahwa Allah masih memberikan kesehatan untuk berpuasa dan terus belajar memahami hukum-hukum seputar puasa, yang memang wajib untuk kita pelajari dan pahami hingga nanti. Robbi zidni ilman warzuqnii fahman, Ya Alloh, tambahkanlah ilmu pengetahuanku dan berilah aku kefahaman. Aamiin...





*Sumber: 
  • https://hizbut-tahrir.or.id/2016/05/31/hukum-hukum-penting-seputar-ramadhan/
  • Sistem Ekonomi Islam, Taqiyuddin An-Nabhani
  • Tuntunan Puasa berdasarkan Alqur'an dan Hadits

UKK yang Menyisakan Cerita

2 Comments

Alhamdulillah, UKK alias Ujian Kenaikan Kelas sudah selesai, yang paling senang tentu saja Olil. Selain jam mainnya bertambah, ia bisa bebas melenggang ke rumah teman sekitar rumah tanpa khawatir mengganggu mengingat jadwal UKK yang berbarengan waktunya di semua sekolah dasar dan madrasah kala itu.

Ada yang berbeda dengan UKK kali ini. Olil tak lagi saya dampingi sepenuh hati, kalau kelas satu dan kelas dua dulu saya ibarat satpam yang berptroli 24 jam hehe, yang jelas semakin naik ke tingkat kelas berikutnya gaya belajar anak ternyata mengalami perubahan. Saat Olil kelas 1, saya benar-benar mendampingi Olil. Mulai dari menyiapkan alat tulis, memilah soal-soal latihan bahkan setiap malam saya jelaskan lagi materi yang akan diujikan. Sebenarnya ada alasan mengapa saya berbuat demikian, saat kelas satu Olil masih dalam masa peralihan. Bukan saja peralihan dari masa taman kanak-kanak tetapi juga karena peralihan bahasa yang menuntut saya menjelaskan hampir satu persatu makna sebuah kata berbahasa Indonesia. Yap, 2,5 tahun Olil hidup di lingkungan yang semuanya berbahasa Inggris, karena memang kami saat itu merantau di luar. Mau tak mau saya harus sabar menjelaskan arti dari kata yang ada dalam buku paketnya.

Ternyata kebiasaan itu berlanjut saat Olil duduk di kelas 2, tapi ini berdampak pada saya pribadi, capeeek tiap kalo Olil akan menghadapi Ujian Sekolah. Memang ini jadi berimbas pada nilai-nilai dan prestasi Olil yang bisa dibilang amazing, tapi bukan itu yang saya dan suami impikan. Meski konsep-konsep dasar dalam belajar telah kami tanamkan, dan Olil juga paham bahwa nilai bukanlah segalanya. Bahwa belajar adalah ibadah, bahwa ulangan semester bukanlah monster yang menakutkan karena tidak berpengaruh pada jam mainnya, tapi di malam hari tetap saja membuat saya dan Olil lelah saking banyaknya target yang harus dicapai, yaitu memahami materi dan menguasai bahasa agar Olil tak kebingungan saat membaca soal dan jawaban.

Alhamdulillah, masuk kelas tiga ini semuanya berangsur normal. Saya bahagia, Olil pun tak lagi sengsara, perbendaharaan kata berbahasa Indonesianya melebihi perbendaharaan kata berbahasa Inggris meski akhirnya Olil benar-benar lupa bagaimana berbahasa Inggris, dan tak lagi mengerti ketika melihat tayangan berbahasa Inggris, pronunciationnya sekarang payah! Tapi....biarlah, InsyaAllah hal-hal yang berbau bahasa Inggris masih bisa dia kejar, yang penting Olil sudah mulai akrab dengan bahasa IBU, dan kelas 3 ini ia benar-benar mandiri. Tiap kali ulangan, saya hanya menyarankannya sambil sesekali mengingatkan, untuk membaca buku-buku yang akan diujikan, selebihnya biarlah dia yang memutuskan mau dibantu untuk sekadar tanya jawab atau tidak. 


Hasilnya?...Itu mah hak prerogatif Allah. Rizki, ajal dan kematian adalah rahasiaNya yang tak seorang pun mengetahui. Konsep dasar ini yang menjadi pijakan yang diterapkan saat anak duduk di bangku sekolah. InsyaAllah ia tak gampang goyah saat lingkungannya berbeda arah, tak gampang gundah saat menjadikan belajar sebagai bagian dari ibadah dan prestasi yang dicapainya semata-mata hanya untuk dakwah. Semoga Allah menjadikan anak-anak kita, sebagai anak shalih yang akan memudahkan jalan kita di akhirat kelak. 

"Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholeh sholehah, orang-orang yang hafal Al-Qur'an dan Sunnah, orang-orang yang faham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka didunia dan di akhirat"