Gadget VS Mainan

Add Comment

Sebulan belakangan ini entah kenapa,Issam jadi keranjingan nonton kereta via YouTube. Bangun tidur,"Mi, pinjem HP dong". Mau tidur,"Mi,pinjem HP dong". Iya saya kasih,tapi sejauh ini Issam masih bisa diloby jika saya minta kembali HP nya saat waktu mainnya menurut saya sudah kelamaan.

Namun ternyata kebiasaan itu menjadi terpolakan di Issam, yang intinya saya atau kakaknya tidak boleh pegang HP sama sekali, dan kalo ketahuan?"Umi nggak boleh main HP, nanti matanya rusak"..hiyaaa,kena dech saya.
Kalau sudah begini, biasanya saya tidak tinggal diam. Iyap, I have to do something! Mulailah setiap sore anak-anak saya ajak sepedahan ke UI, lumayan bikin mereka lupa sejenak dengan gadget. Sayangnya, belakangan ini hujan selalu turun di sore hari, dan berimbas pada vakumnya rutinitas sepedahan kami di sore hari. Issam pun kembali lagi seperti dulu, demen main HP, hobi jerit-jerit jika tidak dituruti permintaannya dan...selalu minta digendong.

Baiklah, setidaknya saya harus mengurai tiga 'problem' di atas yg untuk dicari solusinya, bukan untuk dihilangkan tapi didudukan pada tempatnya.
Untuk gadget, saya mulai menyibukan Issam dengan mainan edukatif yang nggak perlu mahal, yang penting bisa dioptimalkan penggunaanya. Semisal playdough, papan tulis yang bisa dihapus berulang, daan..sepeda-sepedahan. Saya juga mengajak sepupunya untuk bermain, Alhamdulillah it's worked so far! Pertanyaannya kemudian, apakah Issam benar2 stop main gadgetnya?..Nggak, dia tetap punya porsi untuk pegang HP saya, yaitu saat saya ngaji(saya berikan kalau semua peralatan tempur semisal bekal makan, mainan edukatif, bola, manjat-manjat badan saya, sudah bosan dia mainkan). Apa yg Issam mainkan via HP?nonton kereta api di YouTube, kadang upon ipin(yg nggak ada kakak Salihnya), plus lagu2 anak. Berapa lama? Maksimal 1 jam lah yaa...Intinya, saya tidak melarang anak2 main gadget sama sekali, apalagi di era digital saat ini. Asalkan sepakat dengan aturan main yang kami buat bersama, InsyaAllah itu sudah cukup.

Untuk hobi jerit-jeritnya gimana?ya biarin aja dech, kecuali kalau jeritnya dalam rangka merajuk maka saya harus punya seribu kesabaran Dan mengupayakan naluri egonya diturunkan, caranya? Ya harus dicari tahu dulu penyebab ngamuknya, kalau stuck biasanya langsung saya peluk dan gendong, alihkan dan ngajak dia ngobrol.  Salah satu isi obrolan wajibnha adalah rajin mengenalkan Issam dengan Allah. Bukan melalui ancaman, tapi penghargaan berupa kasih sayang Allah terhadap anak yang sabar.
Bagaimana dengan keinginannya yang selalu minta digendong? Ya gendong aja,..he he...