Menyoal Halal-Haram Produk Indonesia

17 Comments




Belom kelar soal Solaria, netizen kembali dihebohkan dengan info seputar pengharum cucian. Berawal dari postingan netizen asal Malaysia bahwa Downy mengandung unsur babi, dan saat diklarifikasi langsung di page resmi Downy(Internasional), ternyata mereka membenarkan. Seperti pada foto berikut.
 

Publik jadi heboh, tertama di Malaysia. Bahkan kasus ini sudah sampai ke pihak Kemajuan Islam Malaysia (semacam MUI kalo di Indonesia). Downy Malaysia sendiri akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi seputar isu ini. Adapun di Indonesia, meski tidak seramai kehebohan Solaria, hingga malam tadi sudah banyak netizen yang mengonfirmasi langsung ke page resmi Downy Indonesia, berdasarkan pantauan, cukup banyak netizen yang menanyakan status kehalalan Downy dan memastikan apakah ada kandungan babinya atau tidak. 

Iya, menurut saya salah satu cara bijak merespon berita untuk memastikan hoax tidaknya adalah, dengan mengonfirmasi langsung ke sumbernya, termasuk soal produk2 downy ini. Berikut ini klarifikasi dari pihak Downy-nya: 

Produk Downy kami di Indonesia tidak mengandung atau dirancang berdasarkan dari bahan dasar babi. Produk Downy yang dipasarkan di Indonesia dirancang menggunakan bahan dasar berasalkan dari tanaman dan menghindari penggunaan bahan dasar dari binatang secara eksplisit. Produk Downy yang dipasarkan di Indonesia mempunyai formula yang berbeda dan dibuat di pabrik yang berbeda dari produk Downy yang dipasarkan di Amerika Serikat. Produk kami dirancang dan dibuat untuk memenuhi kebutuhan konsumen kami dimana produk tersebut dipasarkan. Kami menjamin kualitas tinggi untuk semua produk Downy dari seluruh pabrik kami. Semoga informasi ini dapat membantu. Salam.

Dan berikut ini klarifikasi dari Downy Malaysia: 

Ternyata, dari sisi bahan dasarnya, Downy Indonesia dan Downy Malaysia berbeda dengan bahan dasar Downy di Amerika. Oke, masih AMAN berarti. Tinggal satu masalah lagi, bagaimana dengan status kehalalannya, apakah sudah bersertifikat halal? Ternyata BELUM!! Teman2 bisa cek di laman page resmi Downy Indonesia ber dan untuk Downy Malaysia, pada sumber berikut http://suryamalang.tribunnews.com/…/dituding-pakai-bahan-le…. Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca komentar2 pada postingan terbaru di page Downy Malaysia(meski saya sedikit penat baca tulisan berbahasa Malaysianya,hehe).

Jadi kesimpulannya:
1. Downy Indonesia dan Malaysia, pada bahan dasarnya tidak menggunakan babi dan mereka menghindarinya. Berbeda dengan Downy produk Amerika.

2. Meski tidak ada unsur babi di dalamnya, Downy Indonesia dan Malaysia belum memiliki serifikat Halal dari lembaga (Semacam) MUI.

Saya pribadi cukup lega karenanya, namun masih berharap Downy Indonesia maupun Malaysia segera memiliki sertifikat halal, agar konsumen semakin nyaman menggunakan produknya. Kok kesannya ribet banget, Ki? Ya iyalah, sebagai muslim kan semua perbuatan ada hukumnya, dan nantinya akan dimintai pertanggungjawaban sekecil apapun perbuatannya. Makanya saya jadi hati-hati dan kepo terhadap semua hal, semisal si Downy ini. Demikian update terkini yang bisa saya sampaikan. *berasa jadi jubir Downy sayanyah..


Akan Selalu Ada Orang Baik, Tapi Masalahnya Bukan di Situ

Add Comment

Pasca Paris attack, saya jadi rajin update perkembangan yang terkait dengannya, terutama dampaknya bagi muslim atau yang dikenal dengan Islamophobia. Bukan apa-apa, selain karena pernah merasakan hidup di negara mayoritas non muslim dan saya berhijab, banyak teman-teman di luar sana yang cukup ketar-ketir dengan dampaknya. Saya pribadi selama tinggal di negara bagian US tidak pernah mengalami perlakuan tidak menyenangkan, kami hidup berdampingan dengan damai.

Alhamdulillah, teman (well, kenalan maksudnya) yang mosting info di foto yang saya share ini dapat perlakuan positif yang tak terduga. Kebetulan beliau tinggal di UK, negara dimana muslim mulai diperhitungkan keberadaannya tetapi berbanding lurus dengan perlakuan rasis di negara itu (monggo dilihat video perempuan kulit hitam yg ngomel2 di bis ke muslimah berhijab dengan kata2 rasis). Kenalan saya ini pastinya tak akan melupakan momen yang jarang terjadi, dan hanya Londo berhati emaslah yang mau berfikir dan tak mudah terpengaruh berita saja, yang mau memperlakukan muslim dengan fair, di tengah dampak Islamophobia baru-baru ini.

Dan, hey...Alhamdulillah juga ternyata dunia Internasional tidak lebay dengan hanya melulu prihatin pada Paris attack, banyak bukti di beranda facebook, wikipedia, media cetak yang mengabarkan bahwa mereka sangat bersimpati atas apa yang terjadi di Palestina, Suriah, bom beirut dan banyak lagi. Ini contohnya, (http://www.washingtoninstitute.org/…/gaza-demonstrations-ar…). Mereka melakukan aksi memprotes serangan gaza dan menginginkan perdamaian. Atau kalau lagi males browsing2, bisa juga lihat di sini (https://www.google.co.id/search…) berupa foto2 aksi keprihatinan terhadap serangan gaza oleh Israel setahun yang lalu.

Nah, kalau Suriah bagaimana? Kebetulan saya rajin mengikuti media online sekelas Al-Jazeera, Meski tidak semasif berita Palestina, ALhamdulillah beberapa cukup getol memberikan update info terkait perkembangan konflik di Suriah, bahkan kemarin sempat ada wartawan Londo yang share terkait kondisi anak2 Suriah, etapi kok postingannya yang saya share kemarin hilang ya?..*yasudahlah..

TAPI, bukan ini sebenarnya yang dimaui. Kita menghargai kepedulian dunia internasional soal tragedi kemanusiaan yang menimpa berbagai negeri, Palestina termasuk di dalamnya. Tapi...Apa yang media kabarkan(bukan hanya facebook), terkesan tidak adil dengan melulu mengupdate info paris attack bahkan sampai mr. Mark menyediakan bendera perancis buat foto profil. Kalau mau adil, coba media internasional memblow up juga secara masif berbagai peristiwa di seluruh negeri. Bakal rame dong? lha, fungsi media kan memang memberitakan peristiwa dan media internasional kan harusnya merepresentasikan misinya, yaitu sebagai corong informasi dunia.

Terus, inti dari postingan ini apa, Ki?

meneketehe...

Ya intinya, berdasarkan pengalaman hidup di luar sana maka sebagai muslim yang taat adakalanya saya harus bersikap sebagai berikut:

--> Tetap obyektif terhadap berita yang berseliweran di beranda, amati, teliti bahkan kalau perlu di analisa mana yang hoax mana yang nggak, karena kredibilitas kita diperhitungkan dalam menyampaikan berita. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu“. (QS. Al Hujurat: 6).


--> Jangan menutup mata dan memukul rata, tidak semua Londo benci dengan Islam , masih banyak dari mereka yang baik, mau berpikir dan open minded. Juga jangan berburuk sangka, bahwa dunia hanya peduli pada paris attack tapi pada dunia Islam tidak, buktinya seperti yang sudah saya sampaikan di atas.
--> Kalau kita hidup lagi hidup di luar tetaplah besabar, tetap berbuat baik dan terus sandarkan harapan pada Allah Sang Maha Pendengar lagi Maha Bijaksana.



---> Meski demikian, kita juga harus tetap waspada, terutama untuk teman2 yang hidup di luar sana, karena para Londo yang tidak update berita dan hanya mengandalkan media lokal semisal BBC,ABC news, Fox dan laiinya. Mereka seperti katak yang hidup dalam tempurung, apa yang mereka baca di channel2 berita lokal, itu yang masuk dalam alam pikiran dan mempengaruhi sikap dan perbuatan. Akhirnya lahir yang namanya Islamophobia.

---> Kalau saya, tetap menghargai teori konspirasi, terutama kalau areanya sudah bawa-bawa kelompok jihadis lah, ekstrimislah, bahkan teroris. Ya, logikanya gini aja, kalau mereka paham konsep jihad nggak bakalan dech ngebom sana ngebom sini tanpa memahami metode dakwah seperti apa yang sebenarnya diajarkan oleh Rasul.

--> Dan please, jangan bawa2 bendera liwa roya (bertuliskan kalimat laa ilaaha ilallah) sebagai ikon teroris yah. Itu bendera mulia, bendera yang dipakai Rasulullah ketika berperang melawan orang2 jahiliyah yang saat Rasulullah berdakwah menyampaikan Islam, mereka malah melakukan penyerangan secara fisik. Itu bendera simbol ketaatan, dan Rahmatan lil alamin.

--> Terus belajar memahami agama Islam, semakin paham sebenarnya kita akan semakin yakin bahwa apa yang mereka tuduhkan jauh panggang dari api alias tidak benar. ‪#‎yukngaji‬ ah....


---> Jangan berharap banyak dari facebook smile emoticon
link foto2 yang saya share kemarin aja dah ilang sekarang...ups, sabar..sabar

Habis Teror Terbitlah Islamophobia

5 Comments

Ini yang paling saya sedihkan. Dampak kejadian di Perancis atau setiap peristiwa yang korbannya orang barat dan pelakunya (terduga) orang "Arab", kan selalu berakhir pada kata Islamophobia. Belum kelar penyidikan dan belum diketahui siapa pelaku yang sebenarnya, sudah muncul Islamophobia di negara-negara Barat. Salah satunya toko busana di Prancis yang tidak mengijinkan perempuan berhijab untuk masuk, meski belakangan ownernya mengklarifikasi bahwa itu kesalahan pekerjanya. Etapi tunggu dulu, ada kabar bahwa beberapa negara bagian US menolak para pengungsi Suriah karena khawatir akan terjadi Paris Attack di negara mereka(kurang lebih begitu).http://abcnews.go.com/US/states-refuse-accept-syrian-refugees-wake/story?id=35231800.

Pintu masjid digantungi kepala babi, dinding masjid dicoreti(vandalisme), muslimnya diteriaki, dilempari, dilukai bahkan ditembaki, mungkin sudah sering kita dengar belakangan ini karena Islamophobia yang di'ciptakan' oleh media, namun kalau akhirnya paris attack ini berakhir pada blunder say no to Syrian refugee, maka bukan tidak mungkin pengungsi Suriah ini akan menjadi Rohingya kedua. Kalau Rohingya, terobang ambing di lautan sementara pengungsi suriah terabaikan di perbatasan.

Saya jadi teringat pada sahabat asal Suriah saat saya di perantauan, keluarganya terpencar di mana-mana. Ketika saya akan kembali ke kampung halaman, ia memeluk saya dengan erat seolah tak ingin melepaskan, ia pun berpesan sambil terisak untuk selalu mendoakannya, keluarganya dan rakyat Suriah.

InsyaAllah sister, saya di sini tidak diam. Doa, bantuan, dan terus berjuang agar Sang Pembebas itu segera hadir untuk melenyapkan ketidak adilan di muka bumi dan agar Rahmatan Lil 'Alaminnya Islam, bisa dirasakan oleh seluruh umat manusia. Allahummansur Ikhwanana fi kulli makan wa kulli zaman. Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami yang saat ini tengah berada dalam ketakutan, ketertindasan dan kedzaliman....

Alpukat Mentega: Nikmat yang Tak Terdustakan

2 Comments

Alhamdulillah, setelah menunggu sekian lama akhirnya panen alpukat juga. Lamanya musim panas ternyata ngefek juga ya? Buahnya banyak yg keriput, ukurannya juga lebih kecil dari biasanya. Tapi tetap disyukuri karena alpuket ini masih bisa dinikmati keluarga, tetangga, kerabat bahkan orang yg lewat pun boleh kalau berminat. 

Saya lupa kapan babeh nanem pohon ini, yang jelas pohon alpuket ini mulai produktif beberapa tahun ke belakang. Setiap tahun pasti berbuah, puncaknya tahun 2013 lalu mencapai ratusan. Saking banyaknya, babeh sampai bingung mau dikasih kesiapa lagi yah alpuket ini? hehe

Makanya, ketika ada rencana mau memperluas taman yang paling dipertimbangkan adalah pohon alpuket ini, agar gak terkena imbasnya alias ditebang. Selain karena sayang karena buahnya, pohon alpuket yang produktif ini menjadi salah satu penanda alamat rumah terutama saat turun dari taksi, dan saat malas masak mendera, jadilah DO alias Delivery Order menjadi salah satu pilihan agar perut tetap terisi.

Kata babeh saya, ini alpuket mentega yang rasanya legit, gurih dan ada manisnya. Keistimewaan lainnya adalah, alpuket jenis ini tak pernah ada uletnya. Pokoknya, juara! Wanna some?...

Kala Gadget Mencekik

1 Comment


Serem banget judulnya, tapi beneran MasyaAllah, sekarang generasi kita bak generasi digital, kalau ingin anak tenang dan diam yawdah kasih aja gadget, pasti anteng. Anteng si anteng, tapi dampaknya bakal terasa saat anak beranjak dewasa. Misalnya mereka jadi asosial, gampang marah dan labiiil upset emoticon

Gak mau kejadian terus berlanjut, akhirnya saya dan dua kakak memutuskan untuk bikin rumah kreatif, dan teras rumah menjadi markas kami yg bisa disulap jadi kelas kecil, tempat story telling, rumah tahfiz, ajang lempar bola bahkan kolam renang mini! Modalnya hanya bola2 dan kolam renang sharga 300 ribuan yg kami bayar kolekan. 

Sayangnya, saat musim hujan datang teras rumah sering kebasahan, dan jadi tempat transit motor-motor yang berjejeran. Putus asa dong ya? Alhamdulillah nggak, anak-anak kelasnya dipindah ke dalam rumah saya atau rumah nenek. Capek sih, tapi InsyaAllah terbayar dengan kebahagiaan mereka.

Semoga berkelanjutan hingga anak2 shalih ini mampu menggapai masa depan, untuk kalian kan selalu kami doakan.