Sukses Menyapih dan Anak Tak Merintih


Setiap anak memang berbeda meski dilahirkan dari rahim yang sama. Ya iyalah, hehe. Begitu juga dengan si sulung dan adiknya, Issam. Menyapih mereka bedanya bagai bumi dan langit, kalau si sulung Khalil, cukup hanya mengatakan 'udah yaa, Khalil sudah dua tahun dan sudah semakin besar', besok dan besoknya benar-benar stop ndak mau minum ASI lagi.

Kalau Issam? hmmmm, memasuki usia dua tahun akhir Mei lalu, semangat nge-ASI nya semakin menjadi. Pernah saya coba cara ekstrim dengan memberi balsam pada area produksi ASI, Issam malah nangis-nangis gak karuan, saya jadi nggak tega dan mencoba cara lain agar Issam berhenti ngASI.

Sebenarnya saya ingin Issam sendiri yang menentukan kapan dia berhenti nyusu, tapi kalau ungkapan dokter gizinya yang menyarankan untuk mengurangi nyusu agar Issam mau makan banyak membuat saya bertekad untuk menyapihnya saat usianya genap dua tahun, ditambah alasan medis lain yang terkait dengan saya.

Dua bulan berlalu, minggu ini saya coba banyak ngobrol dengan Issam. Alhamdulillah ketika diminta berhenti ngAsi jawabnya selalu,'nggak mauuuuu'....hiks hiks, baiklah de Issam. Tapi saya pantang menyerah dan Allah memberikan jalan, saat menyusui tetiba Issam menggigit dan membuat area produksi ASI berdarah, saya perlihatkan dan sampaikan padanya kalau tempat mimi ASI nya berdarah, spontan dia bilang gak mau mimi lagi.

Tapi, malam harinya Issam galau berat, tiga kali bangun dan nangis minta ASI, tapi setiap kali disodori nggak mau. Agar tidak merasa 'diacuhkan' setelah sebelumnya selama ngASI selalu berada dalam pelukan dan belaian, selama galau Issam selalu saya gendong dan diperlakukan sama seperti saat ngASI. Saya juga pantang menitipkan Issam ke suami, karena khawatir secara psikologis merasa dibuang. Alhamdulillah, di pagi hari dan di malam-malam berikutnya, Issam sudah bisa tidur nyenyak tanpa ngASi, Alhamdulillah...

Ringkasnya, berikut ini pengalaman saya menyapih minus 'drama'; pertama, Issam saya ajak ngobrol rutin tentang rencana saya menyapihnya karena usianya sudah dua tahun. Anak kecil diajak ngobrol? iya, dan bisa InsyaAllah. Dia merekam kok, juga merespon apa yang kita sampaikan meski awalnya iya iya doang. Kedua, saya cari momen yang membuatnya mengerti kalau tempat produksi ASI nya sudah tidak available lagi, semisal mengalami lecet, luka bahkan berdarah. Kebetulan Issam giginya sudah buanyak, gigi taringnya pun atas bawah, kebayang setiap hari kalau sudah terlelap dia kunci mulutnya dengan empat gigi taringnya sambil ngASI, Maknyusss dan berjuta rasanya dech...

Ketiga, pada malam hari atau menjelang waktu tidurnya terus yakinkan bahwa kita nggak akan menjauh darinya. Gendong, peluk, belai, tiga jurus ampuh yang membuatnya nyaman meski terus menggeliat dan menangis. Momen begini saya minimkan bicara, karena hanya memperkeruh suasana dan jadi berisik. Saya tetap kekeuh untuk tidak memberinya ASi meski sedih liat Issam nangis, dan malam itu merupakan tangisan Issam terlama sepanjang hidupnya(15 menitan ada kayaknya). Dan daripada terus melihatnya menangis, saya ajak Issam jalan-jalan ke ruangan lain semisal dapur, benar saja tangisannya reda, dia sibuk mainin isi kulkas, lelah..akhirnya tidur.

Keempat, perbanyak doa terutama di bulan Ramadhan ini. Usaha tanpa doa bagaikan sayur tanpa garam, dan doa merupakan hal wajib yang harus ada dalam diri seorang muslim, dan Alhamdulillah Issam sudah tidak lagi merengek minta ASI. Berdarah katanya, hehe...Semoga sehat terus ya Nak, dua tahun dua bulan InsyaAllah sudah cukup yaa...

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (QS. Al-Baqarah: 233).

Share this :

Previous
Next Post »
5 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔