Nyala Dakwah di Negeri Paman Sam

Add Comment



“This is not America!” Ujar salah satu rekan suamiku saat kami berpapasan dan ngobrol sejenak. Amerika di benakku adalah seperti yang ada di film-film Holywood, penuh kekerasan, kriminalitas, rasis dan banyak lagi stigma negatif yang melekat. Namun dua tahun berada di kota kecil di negara bagian Utah, membuat pandanganku berubah nyaris 180 derajat.

Aku berada di kota ini untuk menemani suami yang sedang studi. Mayoritas penduduknya memeluk ajaran Mormon. Dibawa oleh Joseph Smith, kelompok keagamaan ini mengaku masih bagian dari agama Kristen. Meski demikian, kelompok ini memiliki kitab suci sendiri,The Book of Mormon. Salah satu pandangannya yang menurutku unik adalah dukungannya akan poligami, haram mengonsumsi teh, kopi, dan alkohol. Kita akan sulit menemukan diskotik ataupun bar yang menjual alkohol secara bebas.

Hal lain yang membuatku belajar dari orang Mormon adalah, misionaris yang seolah berdakwah tanpa lelah. Mereka mengetuk pintu dari satu rumah ke rumah lain. Suatu hari mereka mengetuk pintu rumahku dan menemui suamiku. Berdiskusi cukup lama memperkenalkan ajaran Mormon, hingga diskusi terhenti saat suamiku mengatakan bahwa saya seorang muslim. Mereka pun pamit dan tak pernah datang lagi.

Tamu kedua hanya berdiri di depan pintu, menyerahkan pamflet berisi jadwal kegiatan yang diselenggarakan pihak Gereja. Pernah suatu ketika saat aku duduk-duduk di taman, datang seorang ibu muda yang belakangan kutahu suaminya kuliah di departemen yang sama dengan suami. Dia menghampiriku, sambil memperkenalkan diri. “Hi, how are you?” tanyanya. “I am fine, thanks,” jawabku singkat. Pembicaraan terus berlanjut, hingga di akhir obrolan dia mengajakku ke sebuah acara sambil menyerahkan pamflet. “You can come, it’s not only for Mormon, every one can come,” ajaknya. Belakangan juga kutahu, ibu muda ini setiap hari menyengaja duduk di taman, dan mendatangi siapa saja yang juga ada di sana.

Tak hanya itu, aku kerap menjumpai seorang kakek tua yang berpindah dari satu bus ke bus yang lain. Kakek ini hanya menyebarkan selebaran kepada setiap orang yang dijumpainya. Di tempat tinggalku juga sama, dengan seragam khas (jas berwarna hitam, berpakaian layaknya seorang eksekutif muda), mereka berkeliling dan mendatangi setiap rumah di komplek aku tinggal. Saking gencarnya, pernah salah satu penduduk melapor ke koordinator perumahan. Ia merasa terganggu dan terintimidasi. Ada saja pikirku.

Dari sini aku belajar banyak dari orang Mormon, bahwa yakin akan kebenaran yang dibawanyalah yang membuat mereka tak mudah menyerah. Hingga tak peduli jika ada yang menentang dan menolak. Dengan percaya diri mendatangi satu rumah ke rumah lainnya. Generasi mudanya rela meninggalkan kesenangan, dan bergabung untuk menjadi misionaris. Mereka bersedia dikirim ke satu daerah, bahkan lintas negara. Mereka rela meninggalkan profesinya, untuk sekadar menjadi misionaris. Seperti yang dilakukan jebolan runner-up American Idol, David Archuleta.

Pertanyaan kemudian muncul di benak, mereka yang tersesat di mataku begitu percaya diri dan yakin dengan apa yang diemban. Sementara aku, yang yakin dengan apa yang kuanut seringkali ragu untuk melangkah. Masih menuruti rasa malas dan takut untuk menyampaikan kebenaran. Apakah aku harus terus diam? Sampai kapan aku seperti ini?...

************************************************************************************************************

Demikianlah sekelumit cerita pengalaman saya saat merantau tiga tahun lalu, penasaran dengan kelanjutannya? Ada di buku Nyala Nyali Dakwah di Penjuru Negeri :)

Selamat UAS, Bu!

Add Comment



Kok Ibu? Iya, sudah jadi rahasia umum saat UAS menjelang yang remfong biasanya para ibu, termasuk saya. Seminggu jelang UAs biasanya saya dan Khalil sudah rapat kecil2an,isinya seputar sejauh mana kesiapan belajar Khalil, apa yang hendak dicapai dan usulan2 Khalil soal jam2 bermainnya.

Prakteknya? Jauuuuh, belajar cuma 30 menit,mainnya dua jam,hehehe...Biarin dah,yang terpenting bagi saya adalah tidak ada paksaan dalam belajar, dan tak ada ambisi berapa besar angka yang harus dicapai. Yang penting adalah prosesnya, buat saya itu sudah lebih dari cukup.

Saya pun yakin semua ibu pasti mengamininya bahwa ini bukan semata angka di atas kertas, tapi bentuk tanggung jawab anak sebagai siswa di sekolahnya, sekaligus mengukur sejauh mana penguasaan konsep yang sudah anak kuasai(teorinya begitu). Dilapangan? Beragam, masih banyak yang ambisi sang anak musti jadi yg terbaik, itu tidaklah salah,orang tua mana yg tak ingin punya kebanggaan. Maka, tidak sedikit orang tua yg diberikan ujian, ada yang diberikan cobaan berupa sulitnya anak untuk belajar, atau saat anak siap belajar eh adik2nya mau ikutan, atau tetiba rewel minta perhatian, dan berbagai ujian lainnya.

Pernah seorang ibu bilang ke saya,tiap Kali anaknya UAS atau UKK, ia harus belajar dan menghafal(ini yg tes sebenarnya siapa ya?)..dan saat anaknya pulang yes,langsung diberondong pertanyaan, gimana?bisa?salah berapa kira2?..Ya Allah Bu, sepatu anak saja belum dilepas, sudah diinterogasi bak polisi.

Akhirnya, sebelum saya menunjuk ke orang lain, saya coba mengambil cermin sambil membatin, anak juga manusia, Ki..didiklah mereka dengan ilmu, bukan ambisi..Selamat UAS anakku, nikmati setiap proses yang dijalani, adapun hasil? Itu bukan wewenang kita!

Menyoal Halal-Haram Produk Indonesia

17 Comments




Belom kelar soal Solaria, netizen kembali dihebohkan dengan info seputar pengharum cucian. Berawal dari postingan netizen asal Malaysia bahwa Downy mengandung unsur babi, dan saat diklarifikasi langsung di page resmi Downy(Internasional), ternyata mereka membenarkan. Seperti pada foto berikut.
 

Publik jadi heboh, tertama di Malaysia. Bahkan kasus ini sudah sampai ke pihak Kemajuan Islam Malaysia (semacam MUI kalo di Indonesia). Downy Malaysia sendiri akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi seputar isu ini. Adapun di Indonesia, meski tidak seramai kehebohan Solaria, hingga malam tadi sudah banyak netizen yang mengonfirmasi langsung ke page resmi Downy Indonesia, berdasarkan pantauan, cukup banyak netizen yang menanyakan status kehalalan Downy dan memastikan apakah ada kandungan babinya atau tidak. 

Iya, menurut saya salah satu cara bijak merespon berita untuk memastikan hoax tidaknya adalah, dengan mengonfirmasi langsung ke sumbernya, termasuk soal produk2 downy ini. Berikut ini klarifikasi dari pihak Downy-nya: 

Produk Downy kami di Indonesia tidak mengandung atau dirancang berdasarkan dari bahan dasar babi. Produk Downy yang dipasarkan di Indonesia dirancang menggunakan bahan dasar berasalkan dari tanaman dan menghindari penggunaan bahan dasar dari binatang secara eksplisit. Produk Downy yang dipasarkan di Indonesia mempunyai formula yang berbeda dan dibuat di pabrik yang berbeda dari produk Downy yang dipasarkan di Amerika Serikat. Produk kami dirancang dan dibuat untuk memenuhi kebutuhan konsumen kami dimana produk tersebut dipasarkan. Kami menjamin kualitas tinggi untuk semua produk Downy dari seluruh pabrik kami. Semoga informasi ini dapat membantu. Salam.

Dan berikut ini klarifikasi dari Downy Malaysia: 

Ternyata, dari sisi bahan dasarnya, Downy Indonesia dan Downy Malaysia berbeda dengan bahan dasar Downy di Amerika. Oke, masih AMAN berarti. Tinggal satu masalah lagi, bagaimana dengan status kehalalannya, apakah sudah bersertifikat halal? Ternyata BELUM!! Teman2 bisa cek di laman page resmi Downy Indonesia ber dan untuk Downy Malaysia, pada sumber berikut http://suryamalang.tribunnews.com/…/dituding-pakai-bahan-le…. Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca komentar2 pada postingan terbaru di page Downy Malaysia(meski saya sedikit penat baca tulisan berbahasa Malaysianya,hehe).

Jadi kesimpulannya:
1. Downy Indonesia dan Malaysia, pada bahan dasarnya tidak menggunakan babi dan mereka menghindarinya. Berbeda dengan Downy produk Amerika.

2. Meski tidak ada unsur babi di dalamnya, Downy Indonesia dan Malaysia belum memiliki serifikat Halal dari lembaga (Semacam) MUI.

Saya pribadi cukup lega karenanya, namun masih berharap Downy Indonesia maupun Malaysia segera memiliki sertifikat halal, agar konsumen semakin nyaman menggunakan produknya. Kok kesannya ribet banget, Ki? Ya iyalah, sebagai muslim kan semua perbuatan ada hukumnya, dan nantinya akan dimintai pertanggungjawaban sekecil apapun perbuatannya. Makanya saya jadi hati-hati dan kepo terhadap semua hal, semisal si Downy ini. Demikian update terkini yang bisa saya sampaikan. *berasa jadi jubir Downy sayanyah..


Akan Selalu Ada Orang Baik, Tapi Masalahnya Bukan di Situ

Add Comment

Pasca Paris attack, saya jadi rajin update perkembangan yang terkait dengannya, terutama dampaknya bagi muslim atau yang dikenal dengan Islamophobia. Bukan apa-apa, selain karena pernah merasakan hidup di negara mayoritas non muslim dan saya berhijab, banyak teman-teman di luar sana yang cukup ketar-ketir dengan dampaknya. Saya pribadi selama tinggal di negara bagian US tidak pernah mengalami perlakuan tidak menyenangkan, kami hidup berdampingan dengan damai.

Alhamdulillah, teman (well, kenalan maksudnya) yang mosting info di foto yang saya share ini dapat perlakuan positif yang tak terduga. Kebetulan beliau tinggal di UK, negara dimana muslim mulai diperhitungkan keberadaannya tetapi berbanding lurus dengan perlakuan rasis di negara itu (monggo dilihat video perempuan kulit hitam yg ngomel2 di bis ke muslimah berhijab dengan kata2 rasis). Kenalan saya ini pastinya tak akan melupakan momen yang jarang terjadi, dan hanya Londo berhati emaslah yang mau berfikir dan tak mudah terpengaruh berita saja, yang mau memperlakukan muslim dengan fair, di tengah dampak Islamophobia baru-baru ini.

Dan, hey...Alhamdulillah juga ternyata dunia Internasional tidak lebay dengan hanya melulu prihatin pada Paris attack, banyak bukti di beranda facebook, wikipedia, media cetak yang mengabarkan bahwa mereka sangat bersimpati atas apa yang terjadi di Palestina, Suriah, bom beirut dan banyak lagi. Ini contohnya, (http://www.washingtoninstitute.org/…/gaza-demonstrations-ar…). Mereka melakukan aksi memprotes serangan gaza dan menginginkan perdamaian. Atau kalau lagi males browsing2, bisa juga lihat di sini (https://www.google.co.id/search…) berupa foto2 aksi keprihatinan terhadap serangan gaza oleh Israel setahun yang lalu.

Nah, kalau Suriah bagaimana? Kebetulan saya rajin mengikuti media online sekelas Al-Jazeera, Meski tidak semasif berita Palestina, ALhamdulillah beberapa cukup getol memberikan update info terkait perkembangan konflik di Suriah, bahkan kemarin sempat ada wartawan Londo yang share terkait kondisi anak2 Suriah, etapi kok postingannya yang saya share kemarin hilang ya?..*yasudahlah..

TAPI, bukan ini sebenarnya yang dimaui. Kita menghargai kepedulian dunia internasional soal tragedi kemanusiaan yang menimpa berbagai negeri, Palestina termasuk di dalamnya. Tapi...Apa yang media kabarkan(bukan hanya facebook), terkesan tidak adil dengan melulu mengupdate info paris attack bahkan sampai mr. Mark menyediakan bendera perancis buat foto profil. Kalau mau adil, coba media internasional memblow up juga secara masif berbagai peristiwa di seluruh negeri. Bakal rame dong? lha, fungsi media kan memang memberitakan peristiwa dan media internasional kan harusnya merepresentasikan misinya, yaitu sebagai corong informasi dunia.

Terus, inti dari postingan ini apa, Ki?

meneketehe...

Ya intinya, berdasarkan pengalaman hidup di luar sana maka sebagai muslim yang taat adakalanya saya harus bersikap sebagai berikut:

--> Tetap obyektif terhadap berita yang berseliweran di beranda, amati, teliti bahkan kalau perlu di analisa mana yang hoax mana yang nggak, karena kredibilitas kita diperhitungkan dalam menyampaikan berita. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu“. (QS. Al Hujurat: 6).


--> Jangan menutup mata dan memukul rata, tidak semua Londo benci dengan Islam , masih banyak dari mereka yang baik, mau berpikir dan open minded. Juga jangan berburuk sangka, bahwa dunia hanya peduli pada paris attack tapi pada dunia Islam tidak, buktinya seperti yang sudah saya sampaikan di atas.
--> Kalau kita hidup lagi hidup di luar tetaplah besabar, tetap berbuat baik dan terus sandarkan harapan pada Allah Sang Maha Pendengar lagi Maha Bijaksana.



---> Meski demikian, kita juga harus tetap waspada, terutama untuk teman2 yang hidup di luar sana, karena para Londo yang tidak update berita dan hanya mengandalkan media lokal semisal BBC,ABC news, Fox dan laiinya. Mereka seperti katak yang hidup dalam tempurung, apa yang mereka baca di channel2 berita lokal, itu yang masuk dalam alam pikiran dan mempengaruhi sikap dan perbuatan. Akhirnya lahir yang namanya Islamophobia.

---> Kalau saya, tetap menghargai teori konspirasi, terutama kalau areanya sudah bawa-bawa kelompok jihadis lah, ekstrimislah, bahkan teroris. Ya, logikanya gini aja, kalau mereka paham konsep jihad nggak bakalan dech ngebom sana ngebom sini tanpa memahami metode dakwah seperti apa yang sebenarnya diajarkan oleh Rasul.

--> Dan please, jangan bawa2 bendera liwa roya (bertuliskan kalimat laa ilaaha ilallah) sebagai ikon teroris yah. Itu bendera mulia, bendera yang dipakai Rasulullah ketika berperang melawan orang2 jahiliyah yang saat Rasulullah berdakwah menyampaikan Islam, mereka malah melakukan penyerangan secara fisik. Itu bendera simbol ketaatan, dan Rahmatan lil alamin.

--> Terus belajar memahami agama Islam, semakin paham sebenarnya kita akan semakin yakin bahwa apa yang mereka tuduhkan jauh panggang dari api alias tidak benar. ‪#‎yukngaji‬ ah....


---> Jangan berharap banyak dari facebook smile emoticon
link foto2 yang saya share kemarin aja dah ilang sekarang...ups, sabar..sabar

Habis Teror Terbitlah Islamophobia

5 Comments

Ini yang paling saya sedihkan. Dampak kejadian di Perancis atau setiap peristiwa yang korbannya orang barat dan pelakunya (terduga) orang "Arab", kan selalu berakhir pada kata Islamophobia. Belum kelar penyidikan dan belum diketahui siapa pelaku yang sebenarnya, sudah muncul Islamophobia di negara-negara Barat. Salah satunya toko busana di Prancis yang tidak mengijinkan perempuan berhijab untuk masuk, meski belakangan ownernya mengklarifikasi bahwa itu kesalahan pekerjanya. Etapi tunggu dulu, ada kabar bahwa beberapa negara bagian US menolak para pengungsi Suriah karena khawatir akan terjadi Paris Attack di negara mereka(kurang lebih begitu).http://abcnews.go.com/US/states-refuse-accept-syrian-refugees-wake/story?id=35231800.

Pintu masjid digantungi kepala babi, dinding masjid dicoreti(vandalisme), muslimnya diteriaki, dilempari, dilukai bahkan ditembaki, mungkin sudah sering kita dengar belakangan ini karena Islamophobia yang di'ciptakan' oleh media, namun kalau akhirnya paris attack ini berakhir pada blunder say no to Syrian refugee, maka bukan tidak mungkin pengungsi Suriah ini akan menjadi Rohingya kedua. Kalau Rohingya, terobang ambing di lautan sementara pengungsi suriah terabaikan di perbatasan.

Saya jadi teringat pada sahabat asal Suriah saat saya di perantauan, keluarganya terpencar di mana-mana. Ketika saya akan kembali ke kampung halaman, ia memeluk saya dengan erat seolah tak ingin melepaskan, ia pun berpesan sambil terisak untuk selalu mendoakannya, keluarganya dan rakyat Suriah.

InsyaAllah sister, saya di sini tidak diam. Doa, bantuan, dan terus berjuang agar Sang Pembebas itu segera hadir untuk melenyapkan ketidak adilan di muka bumi dan agar Rahmatan Lil 'Alaminnya Islam, bisa dirasakan oleh seluruh umat manusia. Allahummansur Ikhwanana fi kulli makan wa kulli zaman. Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami yang saat ini tengah berada dalam ketakutan, ketertindasan dan kedzaliman....

Alpukat Mentega: Nikmat yang Tak Terdustakan

2 Comments

Alhamdulillah, setelah menunggu sekian lama akhirnya panen alpukat juga. Lamanya musim panas ternyata ngefek juga ya? Buahnya banyak yg keriput, ukurannya juga lebih kecil dari biasanya. Tapi tetap disyukuri karena alpuket ini masih bisa dinikmati keluarga, tetangga, kerabat bahkan orang yg lewat pun boleh kalau berminat. 

Saya lupa kapan babeh nanem pohon ini, yang jelas pohon alpuket ini mulai produktif beberapa tahun ke belakang. Setiap tahun pasti berbuah, puncaknya tahun 2013 lalu mencapai ratusan. Saking banyaknya, babeh sampai bingung mau dikasih kesiapa lagi yah alpuket ini? hehe

Makanya, ketika ada rencana mau memperluas taman yang paling dipertimbangkan adalah pohon alpuket ini, agar gak terkena imbasnya alias ditebang. Selain karena sayang karena buahnya, pohon alpuket yang produktif ini menjadi salah satu penanda alamat rumah terutama saat turun dari taksi, dan saat malas masak mendera, jadilah DO alias Delivery Order menjadi salah satu pilihan agar perut tetap terisi.

Kata babeh saya, ini alpuket mentega yang rasanya legit, gurih dan ada manisnya. Keistimewaan lainnya adalah, alpuket jenis ini tak pernah ada uletnya. Pokoknya, juara! Wanna some?...

Kala Gadget Mencekik

1 Comment


Serem banget judulnya, tapi beneran MasyaAllah, sekarang generasi kita bak generasi digital, kalau ingin anak tenang dan diam yawdah kasih aja gadget, pasti anteng. Anteng si anteng, tapi dampaknya bakal terasa saat anak beranjak dewasa. Misalnya mereka jadi asosial, gampang marah dan labiiil upset emoticon

Gak mau kejadian terus berlanjut, akhirnya saya dan dua kakak memutuskan untuk bikin rumah kreatif, dan teras rumah menjadi markas kami yg bisa disulap jadi kelas kecil, tempat story telling, rumah tahfiz, ajang lempar bola bahkan kolam renang mini! Modalnya hanya bola2 dan kolam renang sharga 300 ribuan yg kami bayar kolekan. 

Sayangnya, saat musim hujan datang teras rumah sering kebasahan, dan jadi tempat transit motor-motor yang berjejeran. Putus asa dong ya? Alhamdulillah nggak, anak-anak kelasnya dipindah ke dalam rumah saya atau rumah nenek. Capek sih, tapi InsyaAllah terbayar dengan kebahagiaan mereka.

Semoga berkelanjutan hingga anak2 shalih ini mampu menggapai masa depan, untuk kalian kan selalu kami doakan.

Kabut Asap dan Kabut Musim Dingin

3 Comments



Kabut yang tebal membuat matahari nyaris gak nongol seharian. Meski kabutnya gak berbau dan gak bikin pedih mata, tapi kadang bikin saya eungap juga. Gak kebayang gimana nasib teman2 yang saat ini masih terkepung kabut asap, semoga pemerintah cepat merespon dan sigap, yakali hari gini diem aja, kebangetan kalo iya!Ini juga sebenarnya yang jadi alasan saya ingin cepat pulang ke Indo, ngidam berat plus kabut yang pekat seringkali bikin kondisi gak nyaman. Yang terbayang apalagi kalau bukan suasana Depok yang cerah, dikelilingi keluarga dan kerabat, ah pokoknya mah homesick banget.


Tapi apapun itu, saya tetap bersyukur pernah diberi kesempatan untuk merasakan dinginnya salju, mendampingi suami yang tengah berjuang menuntaskan sekolahnya, dan bertemu orang-orang yang tak pernah saya jumpai sebelumnya. Ditambah lagi dengan kabut yang masih bersahabat, beda dengan kabut asap teman-teman di Riau dan sekitarnya. Semoga pemerintah cepat tanggap, hujan segera turun dan masalah ini bisa dituntaskan hingga ke akar-akarnya. Aamiin.

Sukses Menyapih dan Anak Tak Merintih

5 Comments
Sukses Menyapih dan Anak Tak Merintih

Setiap anak memang berbeda meski dilahirkan dari rahim yang sama. Ya iyalah, hehe. Begitu juga dengan si sulung dan adiknya, Issam. Menyapih mereka bedanya bagai bumi dan langit, kalau si sulung Khalil, cukup hanya mengatakan 'udah yaa, Khalil sudah dua tahun dan sudah semakin besar', besok dan besoknya benar-benar stop ndak mau minum ASI lagi.

Kalau Issam? hmmmm, memasuki usia dua tahun akhir Mei lalu, semangat nge-ASI nya semakin menjadi. Pernah saya coba cara ekstrim dengan memberi balsam pada area produksi ASI, Issam malah nangis-nangis gak karuan, saya jadi nggak tega dan mencoba cara lain agar Issam berhenti ngASI.

Sebenarnya saya ingin Issam sendiri yang menentukan kapan dia berhenti nyusu, tapi kalau ungkapan dokter gizinya yang menyarankan untuk mengurangi nyusu agar Issam mau makan banyak membuat saya bertekad untuk menyapihnya saat usianya genap dua tahun, ditambah alasan medis lain yang terkait dengan saya.

Dua bulan berlalu, minggu ini saya coba banyak ngobrol dengan Issam. Alhamdulillah ketika diminta berhenti ngAsi jawabnya selalu,'nggak mauuuuu'....hiks hiks, baiklah de Issam. Tapi saya pantang menyerah dan Allah memberikan jalan, saat menyusui tetiba Issam menggigit dan membuat area produksi ASI berdarah, saya perlihatkan dan sampaikan padanya kalau tempat mimi ASI nya berdarah, spontan dia bilang gak mau mimi lagi.

Tapi, malam harinya Issam galau berat, tiga kali bangun dan nangis minta ASI, tapi setiap kali disodori nggak mau. Agar tidak merasa 'diacuhkan' setelah sebelumnya selama ngASI selalu berada dalam pelukan dan belaian, selama galau Issam selalu saya gendong dan diperlakukan sama seperti saat ngASI. Saya juga pantang menitipkan Issam ke suami, karena khawatir secara psikologis merasa dibuang. Alhamdulillah, di pagi hari dan di malam-malam berikutnya, Issam sudah bisa tidur nyenyak tanpa ngASi, Alhamdulillah...

Ringkasnya, berikut ini pengalaman saya menyapih minus 'drama'; pertama, Issam saya ajak ngobrol rutin tentang rencana saya menyapihnya karena usianya sudah dua tahun. Anak kecil diajak ngobrol? iya, dan bisa InsyaAllah. Dia merekam kok, juga merespon apa yang kita sampaikan meski awalnya iya iya doang. Kedua, saya cari momen yang membuatnya mengerti kalau tempat produksi ASI nya sudah tidak available lagi, semisal mengalami lecet, luka bahkan berdarah. Kebetulan Issam giginya sudah buanyak, gigi taringnya pun atas bawah, kebayang setiap hari kalau sudah terlelap dia kunci mulutnya dengan empat gigi taringnya sambil ngASI, Maknyusss dan berjuta rasanya dech...

Ketiga, pada malam hari atau menjelang waktu tidurnya terus yakinkan bahwa kita nggak akan menjauh darinya. Gendong, peluk, belai, tiga jurus ampuh yang membuatnya nyaman meski terus menggeliat dan menangis. Momen begini saya minimkan bicara, karena hanya memperkeruh suasana dan jadi berisik. Saya tetap kekeuh untuk tidak memberinya ASi meski sedih liat Issam nangis, dan malam itu merupakan tangisan Issam terlama sepanjang hidupnya(15 menitan ada kayaknya). Dan daripada terus melihatnya menangis, saya ajak Issam jalan-jalan ke ruangan lain semisal dapur, benar saja tangisannya reda, dia sibuk mainin isi kulkas, lelah..akhirnya tidur.

Keempat, perbanyak doa terutama di bulan Ramadhan ini. Usaha tanpa doa bagaikan sayur tanpa garam, dan doa merupakan hal wajib yang harus ada dalam diri seorang muslim, dan Alhamdulillah Issam sudah tidak lagi merengek minta ASI. Berdarah katanya, hehe...Semoga sehat terus ya Nak, dua tahun dua bulan InsyaAllah sudah cukup yaa...

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (QS. Al-Baqarah: 233).

Betapa Mudahnya Allah Membolak-balikan Hati

6 Comments
Saya punya ponakan, laki-laki ganteng yang kini berusia 13 tahun. Dulu, cah ganteng ini bagai 'ujian' bagi keluarga besar kami. Selain karena cucu pertama yang agak 'salah didik' semisal terlalu dimanja dan apapun keinginannya dituruti, ditambah saat usianya 9 tahun telah ditinggal pergi untuk selamanya oleh ayahandanya tercinta. Terbayang betapa sulit ibundanya mendampingi dan membesarkannya seorang diri. Dan semuanya tanpa kami sadari membentuk pribadi yang 'kacau', seolah berkepribadian ganda (kadang sholeh kadang tidak), dan sangat sulit untuk diberikan nasihat.

Tak ada seorang pun yang dia takuti, bahkan kakeknya yang notabene ayah saya tak pernah didengarkan nasihatnya. Puncaknya adalah ketika ibundanya tengah memberikan nasihat dan melarang untuk 'ngetrek' dan tak jelas kapan pulangnya, ponakan saya dengan kesal membentak dan memukul ibunya (yang tak lain adalah kakak saya) dengan gagang sapu. Saya? sambil menggendong baby Issam langsung bereaksi keras, melontarkan kata-kata dengan penuh emosi dan ternyata sangat merasuk ke ulu hatinya, membuat keponakan ganteng saya sangat marah. Ia mengambil sebilah golok, saya pun tak mau kalah menantang dan melawan, akhirnya terjadilah peristiwa bersejarah itu...tangan saya kena bacok meski ternyata goloknya tumpul. Berdarah? nggak! tersayat?nggak, hanya sedikit bengkak dibagian tangan dan baju saya rupanya cukup tebal dan melindungi kulit sehingga tidak terluka. 

Tapi itu dulu sebelum ponakan ganteng saya masuk pesantren dan dibimbing tanpa lelah oleh ibundanya. Kini, ia menjelma menjadi pemuda ganteng yang soleh, yang lisannya tak pernah lepas dari zikir, yang ketika ngobrol dengan saya selalu minta maaf, dan kasih sayangnya sangat besar terhadap sepupu-sepupu kecilnya. Semua tak lain karena kuatnya tekad ibundanya untuk selalu meyemangatinya saat ia rapuh, membuatnya tegar saat kehilangan kepercayaan diri dan tak henti-hentinya mendoakan agar buah hati satu-satunya ini diberikan ketetapan hati ketika dulu sempat 'bandel'. 

Ya, sebagai hamba-Nya yang lemah sudah sepantasnya kita selalu meminta untuk diberikan ketetapan hati, agar tidak menjadi manusia yang kadang bersyukur kadang ingkar, kadang taat kadang membangkang, Apalagi jika ajal datang ternyata kita berada dalam kemaksiyatan, Naudzubillah min dzalik. Semoga kita menjadi hamba yang senantiasa berpegang teguh dan diberikan ketetapan hati, sebagaimana dalam firmannya yang artinya: Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia). [QS 3:8]

Saat Keyboard Laptop Bermasalah

Add Comment
sumber gambar: http://ipphoneservice.us/hp-laptop-keyboard/
Kemarin adalah hari yang paling menegangkan buat saya, pasalnya si kecil Issam semakin kreatif pencet-pencet laptop, padahal posisi laptop diletakan cukup tinggi dan agak sulit dijangkau. Tapi bukan anak-anak namanya kalau belum berhasil memuaskan rasa ingin tahunya, apalagi barang sejenis laptop dengan tombol-tombol menarik, lampu mouse yang kedap kedip pastinya jadi mainan yang mengasyikan.

Hingga akhirnya 'petaka' itu terjadi, Issam dengan polosnya minum dan cipratan airnya mengenai keyboard laptop saya. Awalnya saya tidak panik, cukup melapnya dengan tisu kemudian selesai. Tapiiiii, saat saya mau pakai laptop untuk browsing-browsing dan ketak-ketik, tombol-tombol hurufnya mulai bermasalah. Huruf-hurufnya jadi bercampur dengan angka, tiap kali menekan tombol huruf 'z' si kapslok ikutan nyala. Ya Allah, mulai sedikit panik dech....

Alhamdulillah, semuanya masih bisa saya kontrol, emosi tidak keluar hanya sedikit berkeringat. Meski begitu, rencana oprek-opreknya saya pending hingga anak-anak terlelap agar hak mereka tidak terabaikan. Waktu menunjukan pukul 9 malam, yang artinya oprek-oprek dimulai. Saya mulai browsing-browsing, dan mendapati beberapa kemungkinan mengapa keyboard laptop saya tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan bagaimana solusinya.

1. Tombol keyboard bercampur antara huruf dengan angka, hmmmm....hasil browsing mengatakan kalau itu disebabkan karena tombol numeric alias numlocknya aktif, bisa jadi sich soalnya Issam rajin pijit-pijit semua tombol dan setelahnya nyengir-nyengir bahagia, hiks hiks. Solusinya, saya tinggal mencari tombol fn, terus ditekan jangan dilepas sambil menekan tombol numlock bersamaan.

Masalah lain muncul, ternyata laptop saya tidak ada tombol numlocknya! pagimana inih yaaaa?....
Tak mau berputus asa, balik lagi browsing-browsing, kesimpulannya saya harus menghidupkan keyboard on-screen. Carannya? klik start--->klik all program-->klik accessories--->klik ease of access--> klik on-screen keyboard

Apakah berhasil, ternyata tidak! Tapi saya tetap penasaran, akhirnya saya lanjut ke cara berikutnya.

2. Mengganti keyboard internal dengan keyboard eksternal. Caranya dengan meng-uninstall internal keyboard program, lalu diganti dengan USB-Keyboard yang kita beli dari luar. Ini nyaris saya lakukan, mulai dari menyiapkan meja agar view meja kerja tetap cantik meski penuh dengan printilan(laptop, keyboard eksternal yang nangkring di atas keyboard internal yang sudah tidak berfungsi, kabel-kabel berserakan), ah pokoknya bakalan membuat aktivitas kurang bersemangat. Sambil membuat Plan A dan Plan B, saya terus browsing kemungkinan lain untuk memperbaiki keyboard internal laptop saya. Alhamdulillah, dapat jawabannya, apakah ituuu?...Ada di point ketiga.

3. Keyboard laptop saya bersihkan, disemprot cairan pembersih khusus yang sudah lamaa mojok di lemari dan tak pernah saya pakai. Setelah dibersihkan, saya biarkan si laptop terbuka semalaman, pikir saya kalau kena angin akan kering dan keyboard akan kembali normal. Benar saja!, jam 6 tadi saya coba tekan-tekan keyboardnya, masih ada beberapa huruf yang eror, saya biarkan tetap terbuka dan tidak ditekan-tekan lagi sampai semua kerjaan rumah tangga selesai. Alhamdulillah, sejak 30 menit yang lalu saya sudah duduk manis, mulai ketak ketik nulis postingan blog ini. Artinya, keyboard saya sudah sembuh! Alhamdulillah atas kuasa-Nya....