Acer Aspire E1 dengan Prosesor Canggih Nan Tipis untuk Emak Multitasking

79 Comments
"Ki, mau dong aku diajarin ngeblog.." Pinta tetangga saya beberapa waktu lalu. Berawal dari promosi buku keempat saya (tepatnya buku antologi), kami bicara banyak hal termasuk soal dunia tulis menulis dan blog. Ada lagi sahabat saya yang seorang penjahit, kebetulan dia seorang single parent dengan banyak anak, dan saat ini dipusingkan dengan biaya sekolah yang tidak sedikit. Beruntung keahliannya menjahit cukup membantu perekonomiannya yang naik turun. "Ki, aku punya baju-baju muslim yang menggantung di lemari, pengin dijual tapi bingung ke siapa". Tanpa pikir panjang, saya langsung menawarkan diri untuk membuat toko baju online, tapi lagi-lagi terhambat ketidak tahuannya akan dunia perblogan.

Lain halnya dengan beberapa teman saya yang hobi menulis dan pandai membuat puisi, wall facebook kerap jadi sasaran naluri sastranya, entah itu tulisan ringan ataupun sekadar puisi. Akhirnya saya tawarkan untuk membuat blog agar bisa tersalurkan di tempat yang lebih leluasa untuk berkarya. Saya jadi terpikir untuk membuat pelatihan blog, dan saya tawarkan hal ini ke teman-teman, ternyata mereka menyambutnya dengan antusias, meski rata-rata terbatas dari sisi fasilitas. Sebenarnya sewaktu merantau dulu, saya sempat menularkan virus ngeblog ke beberapa teman, namun hanya beberapa bulan saja. Selanjutnya setelah kembali ke Indonesia, kegiatan positif ini tak lagi berlanjut.
Pasca menelurkan beberapa buku antologi dan mendapatkan sertifikat kepenulisan dari detik.com, beberapa teman mulai bertanya-tanya seputar dunia yang tengah saya geluti saat ini. 'Eh, ternyata Kiki bisa nulis, kok bisa bikin buku ki?', 'gimana sich Ki biar bisa nulis'. Saya cuma menjawab singkat, mulailah menulis dari sekarang dan rajin-rajinlah berbagi. 


langkah kecil saya memulai karya

Selain memberikan motivasi untuk menulis, saya juga mengajak teman-teman untuk bergabung dalam komunitas kepenulisan di dunia maya, salah satunya di grup Kumpulan Emak-Emak Blogger(KEB). Tergabung di komunitas Kumpulan Emak-Emak Blogger(KEB) yang selalu menyalurkan energi positif kepada para anggotanya, memacu penulis pemula seperti saya untuk terus menulis dan diapresiasi melalui berbagai ajang bergengsi yang tujuan utamanya tentu untuk memotivasi. Salah satunya adalah penyelenggaraan tantangan 30 hari menulis yang bekerja sama dengan Acer Aspire E1, selain menyemangati saya untuk terus menulis, melalui ajang ini saya seolah ditakdirkan bertemu dengan notebook impian.


Kok segitunya? Iyaa, karena semua hal yang ada dalam diri Acer Aspire E1 begitu sempurna di mata saya, dan berharap nantinya kami akan menjadi tim yang solid terutama saat saya beraktivitas di dalam maupun di luar rumah. Kami seolah saling melengkapi, banyaknya kelebihan yang dimiliki Acer Aspire E1 sangat menopang aktivitas saya di dunia maya. Diantaranya adalah:

1. Acer Aspire E1 punya body ramping alias slim, dimensinya 30% lebih tipis. Beratnya pun tidak seberat notebook pada umumnya. Kalau sudah begini, siapa yang tidak jatuh hati apalagi buat emak-emak yang hobinya kesana kemari seperti saya. Pelatihan menulis, training motivasi remaja, liputan media, semuanya jadi lebih mudah dengan bantuan si tipis ini. Ditambah sekarang kemana-mana saya selalu bawa si kecil, bisa dibayangkan repotnya. Nah, kalau punya Acer Aspire E1, selain dapat dimasukan dalam tas saking tipisnya, saya jadi tak perlu repot membawa banyak tentengan yang mengurangi penampilan, hehe..Jadi, saya bisa tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya”.


2.  Acer Aspire E1 didukung performa Intel® Processor di dalamnya jadi nilai plus dari notebook slim ini. Yess, notebook ini adalah notebook keluarga, karna tahu apa yang dimaui anak. Sebagai penggemar game, meski mainnya terjadwal hanya Sabtu-Minggu, Acer Aspire E1 memiliki prosesor yang terintegrasi dengan Intel HD graphics terbaru dengan peningkatan kinerja yang signifikan, ini merupakan angin segar bagi pecinta game, terutama anak-anak. Selain itu, daya tahan baterainya juga membantu saya dalam meminimalisir pembayaran listrik setiap awal bulan. Mengapa? karena prosesor ini menggunakan arsitektur Haswell (22nm) yang dapat bekerja sangat efisien dengan TDP hanya 15 Watt saja. Dikombinasikan dengan baterai 4-cell (2500mAh) yang digunakan, daya tahan baterai notebook ini dipastikan akan menjadi jauh lebih maksimal, saya pun tak perlu repot-repot membawa charger jika pergi kemana-mana. Kesimpulannya, prosesor keren dari Acer Aspire E1 klop dengan gammer seperti anak-anak, efisiensi listrik, menekan anggaran listrik bulanan, dan simple untuk dibawa-bawa tanpa charger.


3. Acer Aspire E1 yang didukung performa Intel® Processor di dalamnya dipastikan akan memudahkan saya dalam bekerja dan menulis di blog. Banyaknya file yang harus saya unduh, mulai dari artikel sebagai referensi tulisan, youtube untuk melengkapi isi blog atau sebagai hiburan saat nenulis, live streaming kala liputan, foto-foto untuk memperkaya page yang tengah saya urus, menuntut saya untuk memiliki notebook yang mampu menampung semua data. Acer Aspire E1 menggunakan RAM DDR3 sebesar 2GB yang dapat di-upgrade hingga 8GB sangat cocok untuk kebutuhan multitasking saya, plus media penyimpanan harddisk SATA berukuran 500GB sudah lebih dari cukup menampung file-file yang jumlahnya tak terhitung.


4. Bagaimana dengan kebutuhan lainnya seperti konektivitas, seperti internet dan LCD untuk kebutuhan presentasi? Jangan khawatir, Acer Aspire E1 komplit plit plit! Meski tipis, tak ada satupun fitur yang dikorbankan. Jadi tenang saja yaa...Acer Aspire E1 punya DVD-RW agar kita tak repot -repot membawa DVD-RW eksternal. Acer Aspire E1 juga memiliki tiga buah port USB, yang satu diantaranya sudah menggunakan USB 3.0 dengan transfer data 10x lipat lebih kencang dibandingkan USB 2.0, juga card reader untuk kita yang gemar dunia pemotretan. Adapun untuk internet dan presentasi, notebook ini menyediakan satu buah port LAN (RJ-45) yang dapat digunakan tanpa memerlukan converter apapun, dan sebuah wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n untuk berselancar ke dunia maya, tinggal tanya pasword aja kok ke tetangga. 

Lantas, apa langkah selanjutnya setelah menemukan notebook impian? Bikin resolusi! Berhubung akhir tahun sudah di depan mata, tidak ada salahnya membuat resolusi agar kehidupan yang kita jalani punya target yang pasti. Sederhana saja resolusinya, antara lain:

1. Punya Acer Aspire E1
2. Mengadakan pelatihan blog gratis untuk emak-emak lingkungan sekitar, dan teman-teman yang gemar dengan dunia kepenulisan
3. Training ngeblog untuk pelajar
4. Menerbitkan buku solo
5. Membuat tulisan opini dan mengirimkannya ke media
6. Berdoa agar resolusi saya terwujud, terutama untuk poin nomor 1  :)

Lalu, apa saja resolusimu Mak?....


Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia

Dengan Slim Aspire E1, Kerja Tetap Jalan Keluarga pun Tak Terabaikan

30 Comments
'Khalil bermasalah di kejujuran, bunda, setiap mengerjakan soal matanya selalu larak-lirik dan saya berkali-kali harus mengingatkan'. Begitu gurunya Khalil putra saya menjelaskan, saat pembagian rapot bayangan semester satu kemarin. Pengen nangis rasanya, karena saya sangat optimis dengan norma-norma ketimuran, yang saya tanamkan ke Khalil sejak kecil.

Saya memang cukup concern soal pendidikan anak, tapi tidak terlalu ngoyo untuk nilai-nilai akademiknya, apalagi si sulung Khalil baru duduk di kelas satu. Kelas yang seharusnya fokus pada bermain, bersosialisasi baru belajar. Makanya ketika saya dan keluarga masih tinggal di Amerika, dan Khalil terdaftar sebagai siswa kelas TK, saya tidak menargetkannya untuk lancar dalam membaca, dan jago berhitung di bidang matematika, yang penting Khalil enjoy di sekolah dan senang bermain dengan teman-temannya. Ini pula yang membuat saya santai kala di rumah, Khalil saya ijinkan main game hampir setiap hari, nonton TV edukatif yang kebetulan di Amerika ada channel khusus untuk itu. Jadi hampir setiap hari saya dan Khalil bergantian memakai laptop, dia main game dan saya facebookan,hehe

Sayangnya, semua itu harus berakhir di penghujung tahun lalu. Laptop yang biasa kami pakai berdua, iba-tiba hilang gambarnya. Ini terjadi sesaat setelah Khalil mendownload game yang jumlahnya lebih dari tiga. Huwaaa, saya marah besar dan sempat kecewa dengan Khalil, tapi akhirnya menyadari bahwa yang namanya rezeki tak selamanya harus dimiliki.

penampakan layar notebook yang berakhir rusak

Pertengahan September 2012 mungkin jadi momen terindah dalam hidup, saya dinyatakan postif hamil, dua tulisan untuk antologi lolos seleksi, dan punya laptop baru! Alhamdulillah wa syukurillah...penantian panjang saya berbuah manis.

Kini hari-hari saya disibukkan dengan berbagai kegiatan, diantaranya mengurus anak-anak ganteng nan lucu, mengurus page yang harus di isi dengan postingan harian, dan menulis blog. Repot? Bangeeet, apalagi kalau nanti suami kembali dari studinya, semuanya harus di menej agar tidak jatuh korban alias ada yang terabaikan. Menghadapinya, saya pakai empat jurus jitu, pertama buat prinsip hidup yang jadi patokan saat kita beraktifitas, 'jauhi gadget saat anak di sekitarmu!' Yap, inilah prinsip saya yang tak bisa ditawar kecuali kepepet deadline, hehe...Biasanya gadget baru on di jam-jam tertentu yaitu saat Khalil sekolah dan adiknya tidur, di atas jam delapan malam, dan kalau terpaksa mengejar deadline maka saya online sambil bermain dengan anak, dan ini yang kadang bikin ribet karena laptop saya dimensinya cukup besar dan berat. Tapi ya mau gimana lagi, jalani saja dan syukuri apa yang ada.
duo ganteng

Jurus kedua adalah pinter-pinterlah membagi waktu dan konsisten menjalaninya. Sebagai ibu, istri dan bagian dari masyarakat, manajemen waktu adalah harga mati. Apalagi sekarang saya punya rumah baca yang mulai memiliki pelanggan tetap, hampir setiap hari ada saja anak-anak yang singgah untuk sekadar baca buku dan meminjam beberapa buku untuk dibawa pulang, Teorinya, bangun subuh sebelum subuh harus jadi kegemaran, dan tidur paling akhir diantara anggota keluarga kadang jadi rutinitas harian. Selebihnya, pengaturan waktu dan penempatan aktivitas tergantung kondisi tiap ibu.

Ketiga adalah penentuan skala prioritas, biasanya ketika beraktifitas saya dahulukan yang wajib, baru yang sunah, terakhir yang mubah(boleh). Contoh aktifitas yang wajib adalah melayani suami seperti menyiapkan sarapannya, bekalnya untuk di kantor dan yang paling penting adalah ketika suami minta ditemani nonton atau sekadar bercengkrama (suit..suit..) di depan TV maka gadget musti saya singkirkan. Hal wajib lainnya adalah saat tiba waktu sholat, atau anak sakit yang semuanya tidak bisa ditunda. Adapun aktifitas yang sunah adalah menemani anak bermain yang waktunya bisa kita atur, melayani pelanggan rumah baca, bersosialisasi dengan tetangga. Yang mubah? Nonton berita di TV, jalan-jalan ke mall, dan kegiatan yang sifatnya bersenang-senang, bisa kita tempatkan di prioritas kesekian. Gampang kok teorinya, pelaksanaannya? Gampang juga InsyaAllah.

Keempat, mulai memikirkan punya laptop/notebook yang friendly dengan kita. Maunya sich begitu, tapi apa salahnya kita bermimpi dan berdoa agar suatu hari jadi kenyataan. Notebook idaman saya ada pada AcerAspire E1-432 , mengapa? Karena notebook ini memenuhi setidaknya dua kriteria idaman; tipis dan prosesornya bukan prosesor abal-abal.

Saya butuh notebook tipis terutama saat dikejar deadline tapi tak mau kehilangan waktu berharga dengan anak-anak. Bayangan saya, notebook ini bisa dibawa kemana-mana mengikuti area bermain anak, dan saya bisa bekerja sambil bermain, dan yang tak kalah penting saya bisa tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya. Adapun untuk prosesornya, saya butuh prosesor yang berkelas, seperti yang dimiliki Acer Aspire E1-432 yang didukung performa Intel® Processor di dalamnya“ sehingga saat Khalil main game dan download game gak gampang eror, saya ngetik seharian gak gampang panas dan saya bisa banyak menyimpan file. Keunggulan utama dari notebook Aspire E1-432 ini adalah penggunaan prosesor Intel 4th Gen terbaru, atau lebih dikenal dengan kode nama Haswell

Acer mempersenjatai notebook ini dengan prosesor Intel® Dual Core Celeron® Processor 2955U yang memiliki dua buah inti (dual core) dan berjalan pada kecepatan 1.40 GHz. Apa yang membuat prosesor ini menjadi suatu keunggulan dari Aspire E1-432? Pertama, prosesor ini sudah menggunakan arsitektur Haswell (22nm) yang dapat bekerja sangat efisien dengan TDP hanya 15 Watt saja. Dikombinasikan dengan baterai 4-cell (2500mAh) yang digunakan, daya tahan baterai notebook ini dipastikan akan menjadi jauh lebih maksimal. Kedua, prosesor Intel Celeron 2955U ini sudah terintegrasi dengan Intel HD graphics terbaru dengan peningkatan kinerja yang signifikan dibanding dengan Intel HD graphics sebelumnya. Tentunya hal tersebut merupakan kabar baik bagi spAcer yang senang bermain game.

Cukup menggoda kan? Yang pasti dengan Slim Aspire E1, kerja tetap jalan keluarga pun tak terabaikan.


Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”