Akhirnya Ngerti Juga Soal E-Ticketing

Dulu sebenarnya saya sudah bahas soal untung rugi e-ticketing, semuanya berdasarkan pengalaman pribadi saat bepergian menggunakan commuter line, namun waktu itu yang belikan tiket saya adalah orang lain alias teman, saya hanya duduk manis sambil menggendong si kecil. Gak tega desak-desakan sayanya.

Beda dengan tiket yang saya dapat kali ini, benar-benar hasil perjuangan sendiri. Mulai dari ngantri membeli tiket, hingga mengambil refund atau kembalian di loket khusus yang telah disediakan. Saya jadi mengerti soal e-ticketing atau tiket elektronik ini, meski tentu saja sebelum masuk ke gerbang pemeriksaan tiket, saya banyak tanya-tanya bak turis asing ke petugasnya, untungnya juga petugasnya cukup sabar menjawab pertanyaan saya.

Beginilah gambaran e-ticketing secara sederhana, ketika kita akan bepergian menggunakan commuter line:
1. Saat berada di stasiun, langsung ambil barisan untuk mengantri. Di sana akan ada petugas penjual tiket, sebutkan saja jumlah tiket yang dibutuhkan, nanti kita akan diminta pembayaran sesuai tempat tujuan. PT KAI sudah menentukan berapa besar harga tiket tiap stasiun tujuan, karena saat itu tujuan saya ke Bogor, maka masing-masing tiket dihargai tujuh ribu rupiah. Gitu sepengetahuan saya sich.

2. Setelah dapat tiketnya, kita akan masuk ke area pemeriksaan. Sebenarnya gak tepat juga disebut area pemeriksaan, mungkin bisa disebut pintu masuk area penumpang. Di sini kita diminta menunjukan tiket elektronik yang sudah dibeli sebelumnya, lalu secara mandiri atau dibantu petugasnya, tiket tadi di letakkan pada area yang bertuliskan 'tap di sini', kalau kartunya terbaca, maka pintu palangnya akan terbuka secara otomatis. Tanda cocoknya kartu adalah, berubahnya warna lampu yang awalnya merah, menjadi hijau. Palang pintu akan terdorong, daan...welcome to the passenger area.

3. Ya sudah, tinggal tunggu kereta datang. Saya memilih gerbong khusus wanita, meski kadang ada saja penumpang pria yang bandel ikutan di gerbong ini, tapi biasanya akan ketahuan dan ditegur petugas yang berjaga.

4. Sampailah saya di Bogor, menghabiskan waktu hampir seharian setelah mengunjungi beberapa tempat tujuan, dan saya pun kemali mengantri tiket. Kali ini, untuk satu tiket saya harus membayar dua ribu rupiah saja.

5. Setibanya di stasiun tempat awal saya membeli tiket, saya tidak lantas pulang. Teringat penjelasan petugas, bahwa saya harus kembali mengantri untuk mengambil uang kembalian. Tiba giliran saya di depan loket khusus kembalian, langsung saya sodorkan dua tiket elektronik dan petugas memberikan saya uang sepuluh ribu rupiah. Berarti sebenarnya, harga tiket yang tadi saya beli hanya dua ribu rupiah saja, alamaaaak....

Benar-benar jadi pengalaman berharga perjalanan saya kemarin itu, terutama soal e-ticketing, setidaknya saya jadi benar-benar mengerti penggunaannya meski terbilang sedikit terlambat. Kapan-kapan naik commuter line lagi aah...

Share this :

Previous
Next Post »
3 Komentar
avatar

refund yg10 rb kaya deposit gitu ya?? kalo yg naik cl tiap hr hrs ngantri buat ambil refund tiap hr gitu? kalo one way trip misal k bogor naik kreta pulangnya naik bis, si tiket dibalikin d st bogor dan bisakah refund disana? selama perjalanan si tiket kita yg megang trus emang ga d minta d st tujuan?? bnyk bingungnya.. kudu naik cl romannya

Balas
avatar

iya cuy, tapi kalo kita berencana gak mau pake tiketnya lagi. Nah, masa berlaku tiket adalah 7 hari, jadi kita bisa isi ulang tiketnya. Kalau gak mau dipake lagi, kartunya bisa dibalikin kapan aja yang penting dalam tenggang waktu 7 hari.

Kalo one way trip, yey pegang itu tiket sampe bogor, terus keluarin tiketnya pas ngantri untuk Tap tombol yang selama ini menjadi kunci pintu palangnya, kalo pintu dah kebuka, yey simpen lagi itu tiket. Kalo pulangnya naik bis, tiket tetap kudu disimpen cuy agar seaktu2 yey naik kereta, kalo masih ada sisa uangnya yey tinggal pake. Kalopun mau di refund, seperti yang eikeh bilang di atas, yey dateng aja ke loket refund tapi maksimal 7 hari dari pembelian.

Balas
avatar

Setiap tiket dikenai biaya jaminan sebesar 5000 rupiah. uang ini bisa diambil lagi kalau tiket ini dikembalikan kurang dari 7 hari. Menghitung 7 harinya bukan dari pertama kali kita beli tiket tapi dari hari terakhir kita pakai itu tiket.

Jadi kalau hari senin kita beli tiket seharga 7rb (5rb jaminan + 2rb ongkos jalan), hari rabu kita naik kereta lagi dengan harga 2rb pakai tiket kemarin. Tiket ini akan kadaluarsa hari Selasa minggu depannya.

Kadaluarsa uang refund-nya. Tiketny sih masih bisa dipake. Tinggal diisi ulang lagi aja kayak pertama kali (5rb uang jaminan + ongkos).

Dibuat sistem begini karena dulu PT KAI banyak kehilangan tiket. Rugi 2 M per bulan gara-gara banyak konsumen yg bawa pulang tiketnya. Gak dibalikin karena keluarnya gak lewat pintu resmi, atau pintu resminya gak berfungsi dgn baik :D

Balas

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔