Kopi Instan & Cappuccino Good Day, Kopi Gaul Paling Enak

10 Comments
Saya mengenal Good Day sejak jaman kuliah sekitar sepuluh tahun yang lalu. Mulanya teman satu kost saat kami begadang bersama, ia mengenalkan kopi Good Day rasa moccacino. Awalnya saya ragu dan memilih mengonsumsi kopi hitam untuk teman begadang saya, tapi karena aromanya begitu menggoda, akhirnya saya coba juga. Ternyata rasanya pas di lidah, harganya pun pas di kantong terutama buat mahasiswa yang masih mengandalkan kiriman dari orang tua seperti saya.

Selepas lulus kuliah, saya terus mengonsumsi kopi Good Day yang memiliki variasi rasa. Saya cukup kaget ketika menjumpai Good Day coffee freeze Mocafrio, dalam hati membatin,'ah, masa iya kopi disajikan dalam bentuk dingin, bukankah akan menggumpal dan tidak larut?' pikir saya waktu itu, tapi saya penasaran dan akhirnya mencoba Good Day coffee freeze Mocafrio ini, dan...wow, rasanya benar-benar enak, saya menikmati di setiap teguknya hingga tetes terakhir, apalagi minumnya saat matahari terik, benar-benar mantap, tidak bisa dipungkiri kalau Kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak .

Mocacinno adalah Good Day pertama saya. Minum kopi ini bikin saya kuat begadang dan tidak berefek pada lambung. Minum kopi ini bikin saya bebas berimajinasi dan berkreasi saat jadi mahasiswa dulu. Akivitas kuliah yang begitu padat, ditambah kegiatan di luar kampus seperti mengajar membuat saya harus begadang hampir tiap malam, dan dituntut untuk bangun pagi. Minum kopi ini tetap bisa tidur setelah begadang, dan tidak bikin ngantuk di pagi hari.


Good Day Freeze Mocafrio biasanya saya konsumsi di siang hari. Dengan tambahan es di dalamnya menjadi pelepas dahaga yang sayang untuk dilewati, apalagi minumnya di saat panas terik, dunia serasa milik sendiri saking menikmati rasanya yang luar biasa nikmat, tak diragukan lagi Kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak.

Kini saya adalah ibu dari dua orang putra, satu berusia enam tahun dan satu lagi masih usia dua bulan. Ya, saya masih memberikan ASI ekslusif. Lantas apakah hobi ngopi saya terhenti? tidak, hanya saya batasi seminggu maksimal tiga kali. Saya tetap setia pada Good Day, Good Day pilihan saya adalah The Original yang dilengkapi dengan gula dan creamer, keduanya membuat saya tetap semangat beraktivitas terutama ketika mengurus bayi plus mengerjakan pekerjaan rumah tangga mulai dari mencuci, masak dan membersihkan lantai.

Kopi Instan 3in1 Good Day The Original dilengkapi dengan Gula dan Creamer supaya kamu jadi lebih semangat hadapin harimu.
Selain sebagai ibu dan pengatur rumah tangga, aktivitas saya adalah menulis. Ketika mendapatkan ide untuk sebuah tulisan, biasanya langsung saya tuangkan dan diketik lalu disimpan dalam sebuah file. Sayangnya, ide datang tak kenal waktu dan seringnya malam hari saat anak-anak terlelap, maka begadang menjadi pilihan satu-satunya dan secangkir kopi Good Day menjadi teman setia saya hingga kegiatan menulis selesai malam itu juga. Kini Good Day memiliki banyak variasi pilihan, saya pun tak bosan mencobanya satu persatu dan lagi-lagi harus saya katakan kalau Kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak.


Ada Chococinno yang merupakan perpaduan antara kopi dan coklat, bikin ketagihan karena rasanya yang nikmat. Ada juga Coolin' Coffee dengan Sensasi Dingin mint yang menyegarkan, CoffeeMix yang merupakan perpaduan kopi, gula dan creamer dengan perfect menemani aktivitas kita sepanjang hari. Vanilla Latte juga tak kalah nikmat, rasa vanilanya bikin lebih rileks setelah seharian penuh beraktivitas. Bagaimana jika kopi dicampur kacang sejenis hazelnut? uenaak tenaan,  uniknya rasa Kopi Instan 3in1 Good Day Carrebian Nut bisa bikin hari-hari kamu lebih banyak rasa dan tidak membosankan.

Sebagai ibu rumah tangga yang memiliki segudang aktivitas, pasti kesulitan untuk menyengajakan diri meski hanya untuk menikmati secangkir kopi di sebuah cafe, maka Kopi Instan 3in1 Good Day Cappuccino yang dilengkapi Foam Tebal dan Choco Granule yang nikmat, menjadi pilihan saya untuk menikmati kopi setaraf kopi yang disajikan di cafe-cafe, rasanya juga tak kalah nikmat, benar memang ungkapan bahwa Kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak.


Dari Matematika Kenangan Indah itu Tercipta

2 Comments
Dari Matematika Kenangan Indah itu Tercipta
Saya termasuk lemah untuk bidang studi matematika, terutama ketika duduk di bangku SMA. Nilai-nilainya tak jauh-jauh dari angka tujuh. Matematika serasa membingungkan buat saya, ditambah rasa malas untuk berlatih dan mengulang pelajaran yang diberikan guru di sekolah. Pernah sewaktu SMP nyaris lari keliling lapangan plus disentil telinga oleh guru karena tidak mengerjakan PR, yang lucu, ada teman sekelas yang berupaya mengganjal telinganya demi mengurangi rasa sakit saat disentil nanti, ada-ada saja pikir saya.

Menginjak SMA, rasa malas kian menjadi. Kalau tidak ada PR, ya tidak belajar. Begitupula saat ulangan tiba, SKS atau sistem kebut semalam menjadi satu-satunya pilihan cara belajar saya saat itu. Hasilnya, di semester pertama nilai-nilai saya lmayan bagus, bahkan masuk sepuluh besar, namun di semester kedua nilai saya anjlok karena materi yang harus dipelajari tidak terkejar, yah maklumlah namanya juga sistem kebut semalam.

Suatu hari, paman saya yang kebetulan baru lulus dari universitas ternama di Bandung bertanya soal prestasi saya di sekolah, dengan cuek saya saya bilang, 'biasa saja, Om'. 'Matematikanya gimana?bisa nggak?' tanyanya. Saya spontan menjawab kalo nilai-nilainya pas-pasan bahkan di bawah rata-rata kelas. Sejak itu paman mulai rajin mengajari saya pelajaran Matematika dan Kimia, untuk matematika, saya coba berlatih mengerjakan soal-soal hingga waktu ulangan pun tiba.

Saya ingat betul, materi yang diujiankan saat itu adalah bangun ruang. Saya sangaat suka dan senang mengajarkannya kepada yang lain. Guru pun sepertinya menangkap sinyal itu, selain disetiap latihan soal saya termasuk paling aktif merespon, cepat menyelesaikan soal dan jawabannya selalu benar, akhirnya saat ulangan, beliau meminta saya duduk di bangkunya. Saya sendiri tak mengerti apa maksudnya, yang jelas ini menjadi momen terindah dalam hidup karena untuk pertama kalinya secara formal, saya duduk di bangku guru sementara yang lain mengerjakan di bangku masing-masing.

Lantas, bagaimana hasil ulangannya? dapat seratus! saya sangat gembira dan bahagia, karena perjuangan saya selama ini tidak sia-sia, paman pun tak putus memberikan motivasi untuk terus berlatih dan berlatih. Sayangnya, pada materi berikutnya, kalau tidak salah tentang exponen, saya tidak terlalu semangat dan kembali malas belajar, hasilnya bisa ditebak, saya hanya dapat nilai tiga! guru pun jelas kecewa, dan tentu saja bangku kehormatan itu tak lagi diberikan, saya sangat menyesal dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Kini, saya harus mengajarkan si kecil yang sudah SD akan mata pelajaran ini, semoga masih menguasai materinya, kalau tidak, saya serahkan saja pada suami.

Hidup memang penuh kejutan dan kenangan manis, dan buat saya menjadi seorang yang tiba-tiba pandai matematika dan mendapatkan bangku kehormatan adalah kenangan manis yang tak akan terlupakan, dan bisa menjadi kisah yang bisa memotivasi anak-anak kelak. Semoga saja.