Cara Saya Memaknai Musik

Add Comment
Saya termasuk yang selalu ketinggalan soal musik, terutama yang lagi in. Beruntung saya buka link Langit Musik, setidaknya jadi tahu perkembangan dunia musik saat ini. Dari Langit Musik saya pun menemukan lagu-lagu yang berkesan dalam hidup. Musik bagi saya selalu berhubungan dengan masalah hati, kalau liriknya pas dengan kehidupan yang sedang saya jalani, maka lagu itu jadi pilhan dan selalu akan saya putar dalam menemani aktivitas sehari-hari. 

Dulu pilihan saya jatuh pada musikus asal negeri jiran, Malaysia. Bukan karena Indonesia tidak punya lagu bagus untuk didengarkan, tapi musik slow rock dan mendayu membuat saya merasa enjoy, ditambah liriknya yang pas dihati dan kerapkali persis dengan kehidupan yang tengah saya jalani.

Dulu saya gandrung dengan penyanyi cantik Siti Nurhaliza. Bukan apa-apa, tapi lagu-lagunya selain enak didengar, selalu pas dengan kehidupan saya. Terutama saat sedang kasmaran di masa SMA dulu. Meski untuk urusan yang satu ini tidak pernah terealisasikan dalam kehidupan means jatuh cintanya saya cukup disimpan dalam hati, namun lagu-lagunya cukup membuat saya terhibur dan tidak pernah merasa jadi jomblowati sejati. Jadi ingat saat saya menyimpan rasa pada kakak kelas, namun bertepuk sebelah tangan, tak bosan saya putar lagunya cik Siti ini, kalau tidak salah judul lagunya Gelora Asmara. Sebenarnya liriknya kurang nyambung dengan apa yang sedang saya alami, tapi alunan nadanya sangat pas dihati dan membuat saya bermellow ria saat itu, maklumlah ABG galau.

Semakin kesini, orientasi saya akan musik kian berubah. Dulu hanya sekadar cinta-cintaan, semenjak kuliah jadi picky dalam menentukan selera musik. Kuliah membuat saya cinta dengan musik bernuansa religi, meski musik slow rock tidak sepenuhnya saya tinggalkan. Dan lagi-lagi, saya beruntung dipertemukan dengan link Langit Musik, dengan mudah saya menemukan lagu-lagu pilihan, kita tinggal klik 'library' maka akan muncul sederet penyanyi plus albumnya. Asyik khaan?....

Saat kuliah, lagi-lagi pilihan saya jatuh pada penyanyi asal malaysia. Kali ini band bernama Exist. Bukan apa-apa, saya ngefans dengan vokalisnya. Sempat punya ide 'gila' dan benar-benar saya jalankan; nulis surat via alamat yang ada di albumnya, dan saya kirim ke Malaysia via pos. Tapi ujung-ujungnya saya hanya gigit jari, karena alamat yang tertera sudah tidak ditempati, dengan kata lain, band Exist sudah pindah. Kalau ingat itu, jadi senyum-senyum sendiri.  Madah di Pusara yang didengungkan oleh grup band ini sangat berkesan dalam hidup, betapa tidak, saat lagu ini dirilis bertepatan dengan kepergian sahabat saya saat kuliah dulu. Tak bosan-bosan saya putar dan saya pun menangis tanpa bisa saya bendung, beryukur teman satu kos mengingatkan dan meminta saya untuk bersabar sambil mendoakan kepergiannya.

Semenjak mendeklarasikan diri menjadi seorang blogger, dan bergabung di KEB(Kumpulan Emak Blogger) dan grup kepenulisan lainnya, saya jadi rajin di depan laptop. Setidaknya dalam seminggu, saya punya ide untuk dituangkan dalam sebuah tulisan. Nah, biasanya kalau lagi santai biasanya ditemani dengan alunan musik. Pilihan lagi-lagi jatuh pada musik slow dan pas di hati. Belakangan, saya sedang gandrung lagunya Maher Zain, selain liriknya banyak mengandung hikmah dan pesan moral, alunan musiknya juga enak didengar. Kebetulan saat ini saya tengah menjalani LDR(Long Distance Relationship) dengan suami, dan lagunya berjudul For The Rest of My Life jadi lagu pilihan yang menemani saya saat internetan. Buat saya, lagu tersebut benar-benar menyentuh kalbu, dan menjadi pengingat akan hakikat saya sebagai istri dan belahan jiwa bagi pasangan hingga muncul sikap saling percaya, menjaga dan setia. Lantas apakah albumnya Maher Zain ada di Langit Musik? Ada! Semua yang tersedia di Langit Musik bisa didownload dan jadi ringtone di HP. Mengasyikan ternyata. 

Itulah musik yang asyik buat saya, yang enak di dengar, ada hubungannya dengan kehidupan pribadi, dan belakangan musti punya pesan moral yang bisa memotivasi pendengarnya untuk melakukan hal-hal positif dan tidak bertentangan dengan norma masyarakat. Ya, begitulah saya memaknai musik.





**Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog “musik yang Asyik”, yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) bekerja sama dengan Langit musik.