Kisah Misteri *yang gak kuat jangan baca yaa

Alhamdulillah, tanpa bermaksud show off alias pengumuman, saya terpilih sebagai pemenang cerita misteri di group Ibu-Ibu Doyan Nulis. Kuis yang dipandu bu Lygia Pecanduhujan ini banyak sekali peminatnya. Ceritanya juga seram-seram tapi lucu. Berikut ini saya share dua tulisan tersebut, yang merupakan kisah nyata beberapa tahun lalu. Ehm,..tepatnya waktu saya SMA*jadul nian

Notes ini saya buat untuk terus memotivasi semata, bahwa kita semua bisa menulis. Meski sudah dua bulan laptop saya rusak, namun selama bisa digunakan, tak ada alasan untuk berhenti berkarya (maap lebay). Satu yang terpenting, jangan bosan dan terus menulis. Selamat berkarya!


Cerita I

Magrib hampir tiba. Ibuku menyelesaikan beberapa potong pakaian untuk dijemur. Bukan jemuran keren ini mah, tapi jemuran yang talinya menghubungkan pohon melinjo dengan pohon jambu. Bapak membuatnya sudah lama. Posisi jemuran ada di samping rumah, dibatasi pagar tembok dengan kebun kosong milik tetangga. Saat menjemur, posisi ibu membelakangi kebun kosong. Lalu pindah ke tali jemuran berikutnya, dan posisinya diubah menghadap ke kebun kosong. Tiba-tiba saat mengangkat kepala sambil menyangkutkan baju, mata ibu terbelalak begitu melihat ke arah kebun kosong. Ada kepala yang menyembul dari pagar. Tapi wajahnya hitam semua. Meski menjelang magrib, biasanya wajah orang masih kelihatan loch. Tapi ibu bilang, ini kepala gak ada wajahnya. Bahkan hidung, mata, mulut, juga gak ada! Lah terus, yang dilihat ibu itu apa?

Hikmah: Jangan beraktivitas keluar rumah kala magrib tiba, kecuali berangkat ke Masjid yaa...at least, tunggu hingga azan magrib selesai.


Cerita 2


Jadi ingat waktu SMA. Ceritanya saya dan keluarga rajin puasa senin kamis. Waktu itu sekitar jam 3 pagi. Bapak di kamar mandi, ibu masak di dapur, kakak masih tertidur pulas, dan saya baru saja selesai wudhu dilanjut sholat tahajud. Baru mau takbir, tiba-tiba,...brak!, terdengar suara keras dari jendela ruang tamu. Saya berniat keluar menuju asal suara, tiba-tiba ada laki-laki asing di ruang tengah. Saya kaget setengah mati, "Astaghfirullah, mau apa Anda masuk rumah saya?!" lelaki ini tampaknya juga kaget. "Tenang,..tenang,..Kamu jangan bergerak!" teriaknya pelan, sambil menodongkan obeng panjang. Dia terlihat gemetar."Anda tidak berhak masuk rumah saya,...ingat!, perbuatan Anda akan dibalas oleh Allah!" saya terus nyerocos tanpa henti, sambil menyaksikannya menggotong TV. Saat di angkat tombol-tombol channelnya berjatuhan. "Sudah, TV aja jangan motor!" teriak saya sambil terus mengikuti lelaki ini menuju jendela yang sudah dibobolnya. Setelah laki-laki ini hilang dari pandangan, bapak dan ibu keluar dari dapur, sambil bertanya saya ngobrol dengan siapa. Akhirnya kami baru nyadar, barusan kami kemalingan. Semua akhirnya keluar dan teriak, Maliiiiiiiiing!!!! Belakangan saya baru tahu, bahwa di hari yang sama, ada lima rumah kemalingan. Semuanya menggunakan golok dan senjata api. Beda dengan maling di rumah saya yang cuma bersenjatakan obeng. Malang nian nasib maling ini, senjata kurang keren, dapat TV rusak, digebuki masyarakat, dan akhirnya tertangkap polisi.

Hikmah: Kedekatan atau taqorub ilallah akan membuat dunia begitu kecil. Tak ada yang ditakuti selain Allah sang Penguasa Alam.

*kriteria penilaian juri:pertama adalah cerita itu sukses membuat juri berimajinasi dan membayangkan situasinya hingga akhirnya ketakutan sendiri ^_*, kedua, ceritanya tidak bertele-tele tapi tetap asyik dibaca, dan ketiga adalah tidak terlalu banyak menggunakan ELIPSIS. Apa itu Elipsis?salah satu contohnya adalah tiga titik di belakang kalimat. Contohnya(menurut saya ini mah): Kedatangan Hilarry tampaknya disambut dengan maraknya penagkapan teroris...ini seperti kebetulan...kebetulan yang direncanakan...kasihan masyarakat...yang sudah bosan menyaksikan banyak drama...padahal sudah banyak 'teroris yang sesungguhnya'...para KORUPTOR!

Share this :

Previous
Next Post »
2 Komentar
avatar

dulu saya kl nulis banyak elipsisnya, sekarang udah byk berkurang :)

Balas
avatar

Waaa,..makasih banyak sudah berkunjung ya mbak...iya, saya paling hobi bikin tulisan yang ada elipsisnya, bahkan untuk sebuah status atau komen macam di FB...

Balas

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔