Ada Rindu di Dinginnya Salju

2 Comments
Ada Rindu di Dinginnya Salju
Pagi itu begitu dingin
Hujan yang kunanti sejak semalam tak jua datang
Hanya butiran putih nan dingin yang hadir berkilauan
Seiring munculnya mentari pagi di ufuk timur sana

Rinduku pada hujan sebesar rinduku pada kampung halaman
Yang sudah berbulan-bulan lamanya kutinggalkan
Namun semuanya kini tinggal harapan
Tingginya biaya perjalanan tak pernah bisa kujangkau

Namun asa itu selalu ada
Untaian doa menjadi pelecut diri
Bahwa tak ada yang tak mungkin dalam dunia ini
Aku kan pulang suatu hari nanti


*Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi



Seblak

Add Comment
Seblak
Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga bikin seblak, setelah sempat 'mbuang' semangkok seblak yang saya buat sebelumnya. Seblak yang saya buang itu, kebetulan saya posting di FB, dan Alhamdulillah banget, ada kerabat yang mengabari, kalau kerupuk meksiko yang saya pakai, mengandung babi. Hwaaa, sempat kaget, dan untungnya belum sempat dimakan karena difoto2 dulu, setelah tahu ada babinya, langsung dech saya buang.
Alhamdulillah, seminggu berikutnya, ada kerabat yang mudik ke California, yang jika dibandingkan tempat tinggal saya, segala penganan Indonesia terbilang sangat lengkap, beda dengan disini yang harus menempuh perjalanan kurang lebih dua setengah jam, itupun tidak terlalu lengkap kalo menurut saya mah.
Dan inilah penampakan Seblak yang saya maksud:

Adapun resepnya, gampang ternyata, diantaranya:
# kerupuk bawang/kerupuk udang
# cabe
# bawang merah
# bawang putih
# kemiri sedikit
# minyak untuk menumis
# garam
Caranya:
Semua bahan ditumis, jika sudah matang, ditambah air secukupnya, tunggu hingga mendidih. Lalu masukan kerupu mentahnya, diaduk sesekali, dan jika sudah empuk,diangkat.
Alhamdulillah, sikecil dan saya doyan, hingga suami nggak kebagian,hehe..*tapi memang urang suka kayaknya :P